Katakata.id – Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa terus didorong melalui peningkatan kapasitas aparatur sekaligus penguatan sistem pengawasan internal. Langkah tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Bangka Belitung (UBB) di Kantor Desa Kemuja, 3 September 2026.
Mengangkat tema “Penguatan Pengawasan Internal Desa melalui Integrasi SDM, Tata Kelola Pemerintahan, Akuntansi, dan Digitalisasi”, kegiatan ini menjadi ruang bagi aparatur Desa Kemuja untuk memperkuat pemahaman mengenai berbagai aspek yang menentukan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Materi yang diberikan mencakup manajemen sumber daya manusia (SDM), budaya kerja dan integritas aparatur, tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan desa, akuntansi sektor publik, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung administrasi pemerintahan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Berandi Suaryansyah, S.Pt., M.M., sekaligus membuka rangkaian kegiatan. Selanjutnya, Sekretaris Desa Kemuja, Mardani Khotib, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan perhatian terhadap penguatan tata kelola dan sistem pengawasan pemerintahan desa.
Dalam pemaparannya, tim menekankan bahwa pengawasan internal bukan sekadar prosedur administratif. Pengawasan perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya kerja aparatur untuk mencegah kesalahan, memperkuat kepatuhan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberikan perlindungan bagi aparatur dalam menjalankan tugasnya.
Karena itu, penguatan integritas, kedisiplinan, pembagian tugas berdasarkan tugas pokok dan fungsi, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan desa yang baik.

Pengelolaan keuangan desa juga menjadi perhatian utama. Aparatur diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi secara tertib, kelengkapan dokumen pendukung, penyusunan laporan, pengendalian aset, serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.
Aspek tersebut menjadi penting karena pengelolaan keuangan desa tidak hanya berkaitan dengan tertib administrasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Di sisi lain, digitalisasi diperkenalkan sebagai instrumen yang dapat membantu aparatur meningkatkan efisiensi dan kualitas administrasi pemerintahan. Pemanfaatan teknologi dapat mendukung pengarsipan, pelaporan, pengelolaan informasi, transparansi, hingga pelayanan publik.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, dan studi kasus. Materi disampaikan oleh Berandi Suaryansyah, S.Pt., M.M.; Ariandi A. Zulkarnain, S.IP., M.Si.; Vebtasvili, S.E., M.Acc., Ph.D.; Elyas Kustiawan, S.Si., M.Si.; serta Nur Ahmad Ricky R., S.Si., M.A.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan terlaksananya kegiatan, Tim SPI UBB juga menyerahkan plakat kepada Pemerintah Desa Kemuja. Plakat tersebut diserahkan Ketua SPI Universitas Bangka Belitung, Elyas Kustiawan, kepada pihak Pemerintah Desa Kemuja.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teknis mengenai pengawasan. Lebih jauh, pengawasan internal diharapkan tumbuh menjadi budaya kerja yang melekat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Dengan integrasi antara kualitas SDM, tata kelola, akuntansi, pengawasan, dan digitalisasi, pemerintah desa diharapkan semakin mampu membangun sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, sekaligus berorientasi pada pelayanan masyarakat.(RLS/Rasid)
