Katakata.id — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau kembali mendapat perhatian serius. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo dan Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal turun langsung memantau kondisi Karhutla melalui patroli udara, Kamis (20/8/2026).
Patroli dimulai dari Helipad Mapolda Riau menuju sejumlah titik panas yang terpantau di Kabupaten Pelalawan. Rombongan kemudian bergerak menuju Kecamatan Kerumutan, salah satu wilayah yang menjadi fokus penanganan Karhutla saat ini.
Tak sekadar memantau dari udara, Kapolda dan Pangdam turut turun ke lokasi terdampak. Keduanya melihat langsung proses penanganan sekaligus bergabung bersama personel gabungan dalam upaya pemadaman dan pengendalian api.
Di lapangan, personel Polres Pelalawan, Kodim, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya bekerja bersama melakukan pemadaman serta pendinginan pada areal terdampak.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan patroli udara dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi dan sebaran Karhutla sekaligus memastikan informasi dari lapangan segera ditindaklanjuti.
“Dari udara kita bisa melihat secara langsung kondisi dan sebaran wilayah yang terdampak. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana informasi itu segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan. Karena itu, kami turun langsung ke Kerumutan untuk memastikan seluruh sumber daya bergerak bersama,” kata Herry.
Menurut Herry, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi seluruh unsur. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama di kawasan dengan karakteristik lahan yang rentan terbakar.
“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak. Prinsipnya, begitu terdeteksi ada titik api, kita harus cepat datang, cepat memadamkan dan memastikan tidak terjadi kebakaran ulang,” tegasnya.
Herry juga menekankan bahwa penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Polda Riau terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat hingga penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keselamatan masyarakat. Semangat Green Policing yang kami dorong bukan hanya bicara penegakan hukum, tetapi bagaimana kepolisian ikut membangun kesadaran dan menggerakkan seluruh elemen untuk menjaga alam Riau,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo memastikan jajaran TNI terus memperkuat dukungan personel dalam penanganan Karhutla bersama Polri dan pemerintah daerah.
“Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu. Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Agus.
Ia mengapresiasi kerja keras personel gabungan yang berada di garis depan penanganan Karhutla, terutama mereka yang harus menghadapi panas, asap dan medan yang berat.
“Yang berada di garis depan adalah personel kita di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan medan yang berat. Karena itu kami hadir untuk memastikan mereka mendapat dukungan dan penanganan dilakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal menambahkan, pemantauan udara membantu tim memperoleh gambaran kondisi aktual dan menentukan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
“Pemantauan udara memberikan gambaran yang lebih luas sehingga penanganan bisa diarahkan secara tepat. Setelah titik terdampak teridentifikasi, tim darat bergerak melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul,” jelas Edy.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan personel, peralatan dan sumber daya yang tersedia, khususnya di wilayah yang membutuhkan penanganan intensif.
Patroli udara dan operasi pemadaman di Kerumutan menjadi bagian dari langkah terpadu Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri serta seluruh unsur terkait dalam mengendalikan Karhutla.
Pemantauan dan operasi darat akan terus dilakukan di wilayah rawan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.(RSD/HBN)
