Katakata.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai menunjukkan hasil positif. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama tim gabungan berhasil mengendalikan dua titik kebakaran yang selama beberapa hari terakhir menjadi perhatian.
Pemadaman difokuskan di kawasan Sekip Hilir dan Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Kedua lokasi tersebut ditargetkan dapat dipadamkan sepenuhnya pada Selasa (30/6/2026).
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman di Sekip Hilir kini memasuki hari ketiga. Meski sempat muncul kepulan asap tebal pada siang hari, kondisi di lapangan terus membaik hingga sore dan kini hanya tersisa asap tipis di beberapa titik.
“Secara umum kondisinya sudah sangat kondusif. Kami optimistis besok proses pemadaman di Sekip Hilir dapat dituntaskan,” ujar Ferdian, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar di kawasan Sekip Hilir diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.
Sementara itu, proses pemadaman di kawasan Sungai Raya telah memasuki hari kedua. Tim gabungan berhasil menyelesaikan pembuatan perimeter atau pembatas area kebakaran sehingga penyebaran api dapat dikendalikan.
Menurut Ferdian, tahapan berikutnya akan difokuskan pada proses mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Tahapan berikutnya akan difokuskan pada proses mopping up untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” katanya.
Di lokasi Sungai Raya, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,7 hektare.
Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Selain kekuatan darat, upaya pemadaman juga diperkuat melalui dukungan Satgas Udara yang mengoperasikan dua unit helikopter *water bombing* untuk mempercepat penanganan di titik-titik yang sulit dijangkau.
“Proses pemadaman didukung Satgas Udara melalui dua unit helikopter water bombing yang tergabung dalam Satgas Udara,” jelas Ferdian.
Di samping fokus memadamkan api yang masih tersisa, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga terus memperkuat langkah pencegahan dengan mengintensifkan patroli darat maupun udara guna mendeteksi potensi munculnya titik api baru sejak dini.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah meluasnya kebakaran, terutama memasuki periode cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.(SID/HBN)
