Katakata.id – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menuntut evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu paling ramai diperbincangkan publik dalam beberapa hari terakhir. Analisis media sosial yang dilakukan Drone Emprit menunjukkan dukungan masyarakat terhadap aksi tersebut sangat kuat, bahkan memicu ledakan percakapan hingga ratusan juta interaksi di berbagai platform digital.
Pemantauan yang dilakukan Drone Emprit pada periode 11–15 Juni 2026 mencatat lebih dari 170 ribu penyebutan (mentions) terkait aksi demonstrasi dengan total interaksi mencapai sekitar 391 juta. Analisis dilakukan terhadap enam platform media sosial serta portal berita online dengan melacak berbagai kata kunci yang berkaitan dengan demonstrasi mahasiswa, kenaikan BBM, hingga program MBG.
Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, melalui laporan resminya mengungkapkan bahwa sentimen publik secara umum didominasi nada positif terhadap aksi mahasiswa.
Mayoritas warganet memberikan dukungan terhadap demonstrasi yang digelar di kawasan Bundaran HI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Publik juga banyak mengkritik tindakan aparat yang dianggap represif saat mengawal aksi tersebut, serta mendukung tuntutan evaluasi terhadap program MBG yang dinilai perlu dikaji ulang efektivitas dan tata kelolanya.
Meski demikian, sebagian percakapan bernada negatif juga muncul, terutama terkait dampak kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan akibat aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis ibu kota.
Drone Emprit mencatat puncak pemberitaan di media online terjadi pada 12 Juni 2026, bertepatan dengan insiden pengadangan massa aksi oleh aparat keamanan. Sementara di media sosial, lonjakan percakapan tertinggi terjadi sehari setelahnya, yakni 13 Juni 2026, ketika berbagai bentuk solidaritas masyarakat terhadap mahasiswa mulai meluas.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa aksi demonstrasi tidak berhenti pada 12 Juni saja. Hingga 15 Juni, aksi serupa masih berlangsung di sejumlah daerah dan menjadi bahan diskusi publik secara nasional.
Salah satu fenomena yang paling banyak mendapat perhatian adalah munculnya solidaritas lintas kelompok masyarakat. Di berbagai platform media sosial, banyak warga membagikan dokumentasi pemberian logistik kepada peserta aksi, dukungan dari pengemudi ojek online, hingga aksi simbolis membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk solidaritas terhadap mahasiswa.
Dari sisi substansi, tekanan ekonomi disebut menjadi faktor utama yang memicu dukungan publik terhadap demonstrasi tersebut. Kenaikan harga BBM di tengah tingginya harga kebutuhan pokok dinilai memperberat beban masyarakat. Di saat yang sama, program MBG juga menjadi sorotan karena dianggap membutuhkan anggaran besar sehingga memunculkan tuntutan evaluasi dari berbagai kalangan.
Analisis percakapan di platform X (dulu Twitter) memperlihatkan empat narasi utama yang mendominasi diskusi publik. Narasi pertama berasal dari kelompok mahasiswa yang fokus melakukan konsolidasi gerakan. Narasi kedua datang dari masyarakat yang mengecam tindakan represif aparat. Narasi ketiga berisi percakapan publik terkait dampak lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Sementara narasi keempat didominasi media yang menyajikan perkembangan situasi di lapangan secara langsung.
Drone Emprit juga menemukan bahwa dukungan terhadap mahasiswa sangat tinggi di platform berbasis video seperti YouTube dan TikTok. Sentimen positif di kedua platform tersebut disebut mencapai sekitar 90 persen. Banyak pengguna mengapresiasi semangat mahasiswa, solidaritas masyarakat sipil, serta keterlibatan pengemudi ojek online yang dianggap membantu peserta aksi.
Sementara itu, di Facebook dan Instagram, dukungan terhadap mahasiswa tetap tinggi meski berimbang dengan keluhan terkait gangguan mobilitas masyarakat akibat penutupan sejumlah ruas jalan.
Dalam pemetaan emosi publik, Drone Emprit mencatat tiga emosi dominan yang muncul selama periode pemantauan, yakni kesedihan karena tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kemarahan terhadap dugaan tindakan represif aparat, serta kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya provokasi yang dapat mengganggu jalannya aksi.
Tagar #MenujuIndonesiaBangkrut dan #demo menjadi dua tagar yang paling banyak digunakan warganet selama periode pemantauan. Selain itu, tagar #indonesiagelap juga ramai digunakan sebagai simbol kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan demokrasi di Indonesia.
Secara keseluruhan, laporan Drone Emprit menyimpulkan bahwa demonstrasi mahasiswa terkait kenaikan BBM dan evaluasi program MBG berhasil membangun solidaritas publik yang luas. Besarnya volume percakapan dan tingginya keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa isu ekonomi masih menjadi perhatian utama publik dan memiliki daya dorong yang kuat dalam membentuk opini di ruang digital.
Sumber: Drone Emprit
Editor: Rasid Ahmad
