Katakata.id – Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah kekuatan personel untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, yang hingga kini masih menjadi salah satu titik api terbesar di Provinsi Riau.
Langkah tersebut diambil menyusul sulitnya proses pemadaman akibat kondisi medan serta angin kencang yang terus berubah arah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan bahwa selain Rantau Bais, personel Manggala Agni juga masih berjibaku melakukan pemadaman di Sokoi, Kabupaten Pelalawan, dan Kandis, Kabupaten Siak.
“Hari ini tim Manggala Agni tidak hanya melakukan pemadaman di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, tetapi juga di Sokoi, Kabupaten Pelalawan, dan Kandis, Kabupaten Siak,” kata Ferdian, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, tambahan personel yang diterjunkan berasal dari Manggala Agni Daops Dumai untuk memperkuat tim yang sebelumnya telah bekerja di lapangan. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan pasukan cadangan guna mengantisipasi apabila situasi kebakaran semakin meluas.
“Kami juga tetap menyiagakan pasukan tambahan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.
Ferdian mengungkapkan, karhutla di Rantau Bais masih menjadi perhatian utama karena luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 44 hektare. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat upaya pengendalian api menjadi lebih menantang.
“Kebakaran di Rantau Bais masih menjadi perhatian karena luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare,” ungkapnya.
Sementara itu, di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, dua tim Manggala Agni Daops Rengat masih terus melakukan pemadaman. Sejak pagi hari, petugas telah bergerak lebih awal untuk memanfaatkan kondisi cuaca sebelum suhu meningkat pada siang hari.
Di lokasi tersebut, petugas menghadapi tantangan berupa melimpahnya bahan bakar alami seperti pakis-pakisan, semak belukar, dan lahan gambut yang mudah terbakar. Kondisi angin yang kerap berubah arah juga membuat api sulit dikendalikan.
“Kondisi di lapangan, bahan bakaran cukup melimpah berupa pakis-pakisan, semak belukar, dan lahan gambut. Angin kencang yang sering berubah arah juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan,” jelas Ferdian.
Meski hujan ringan sempat mengguyur wilayah tersebut pada Ahad (31/5/2026), curah hujan yang turun belum cukup untuk membantu memadamkan kebakaran secara signifikan. Karena itu, operasi pemadaman masih terus dilanjutkan secara intensif.
Berbeda dengan kondisi di Rantau Bais dan Sokoi, perkembangan positif mulai terlihat di wilayah **Kandis, Kabupaten Siak**. Berdasarkan hasil pemantauan udara, area yang sebelumnya terbakar kini menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik.
Meski demikian, petugas belum menghentikan operasi di lokasi tersebut. Tim masih melakukan mopping up atau penyapuan akhir guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran baru.
“Hasil pantauan dari udara menunjukkan area yang sebelumnya terbakar telah mengalami perbaikan signifikan. Namun, petugas masih melakukan mopping up atau penyapuan akhir guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” tutup Ferdian.(SID/HBN)
