Katakata.id – Menjelang waktu berbuka puasa, Rumah Kreatif Caraka bersama ASBF Riau dan Tim Penyuluh Disperindag Provinsi Riau menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM lokal di Pekanbaru, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini bertujuan memperkuat legalitas, kualitas, serta kreativitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung visi Pekanbaru sebagai kota kreatif.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut dipusatkan di Kopi Shelter 26, Jalan Hang Tuah No. 26 Pekanbaru. Dalam setahun terakhir, lokasi ini kerap menjadi ruang diskusi dan pendampingan bagi pelaku UMKM di Kota Bertuah.
Sosialisasi dipandu oleh Tim Penyuluh Disperindag Provinsi Riau yang diketuai Elfiza, yang dikenal aktif memberikan penyuluhan dan pendampingan bagi pelaku usaha di berbagai kesempatan.
Dalam sambutannya, Elfiza menegaskan komitmen tim penyuluh untuk terus mendampingi pelaku usaha tanpa batasan waktu.
“Tanpa batas waktu, kami akan selalu siap memberikan penyuluhan dan pendampingan bagi bapak dan ibu yang membutuhkan konsultasi terkait berbagai persoalan dalam menjalankan usaha,” ujarnya saat membuka sesi diskusi.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai kemudahan pengurusan legalitas usaha, seperti sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai bagian dari upaya memastikan UMKM berjalan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.

Tim penyuluh turut memberikan panduan langsung mengenai standar kemasan produk, perizinan edar, hingga penguatan manajemen usaha. Pendampingan tersebut didukung oleh fasilitasi dari ASBF Riau dan Rumah Kreatif Caraka.
Ketua Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau, Alfa Frisa Septania, menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya UMKM yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kolaborasi ini sangat krusial untuk mempercepat tumbuhnya UMKM yang berkualitas. Kami berharap pendampingan ini membuat produk lokal semakin berdaya saing bahkan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada April mendatang ASBF akan mengikuti kegiatan ASBF International Conference, yang membuka peluang bagi UMKM dari Riau untuk turut mempromosikan produknya.
“Kami berharap dapat membawa produk-produk UMKM dari Bumi Lancang Kuning untuk diperkenalkan di forum internasional tersebut,” tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa yang diikuti seluruh peserta. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pelaku UMKM dan para pendamping, sekaligus menyusun agenda pendampingan lanjutan melalui visitasi rutin setiap pekan oleh Tim Penyuluh dan pendamping usaha dari Disperindagkopukm Provinsi Riau.(Rls/RSD)
