Katakata.id – Media sosial kembali diramaikan dengan berbagai istilah gaul yang populer di kalangan anak muda, terutama saat bulan Ramadhan. Belakangan, sejumlah kata seperti mokel, mokah, godin, hingga tempus kembali sering terdengar.
Istilah-istilah tersebut merujuk pada satu makna yang sama: membatalkan puasa secara diam-diam sebelum waktu berbuka tiba.
Meski sebagian tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata-kata ini sangat familiar di daerah masing-masing dan telah lama hidup dalam percakapan sehari-hari.
Berikut beberapa istilah yang kerap digunakan:
1. Mokel
Mokel adalah sebutan bagi orang yang makan atau minum sebelum waktu magrib saat berpuasa, biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Dalam KBBI, mokel diartikan sebagai makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, lazimnya dilakukan diam-diam. Istilah ini populer di wilayah Malang dan Jawa Timur.
Biasanya, mokel dilakukan karena seseorang tidak kuat menahan lapar atau haus sehingga memilih membatalkan puasanya sebelum waktu berbuka.
2. Mokah
Istilah mokah ramai digunakan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah. Meski tidak tercantum dalam KBBI, kata ini cukup populer di kalangan anak muda.
Secara makna, mokah serupa dengan mokel, yakni berbuka puasa sebelum waktunya. Di Solo, kata mokel mengalami perubahan pengucapan menjadi mokah karena dianggap lebih akrab di telinga masyarakat setempat.
3. Godin
Di kalangan masyarakat Sunda, khususnya di Bandung dan beberapa wilayah Jawa Barat, dikenal istilah godin.
Godin merujuk pada aktivitas makan, minum, bahkan merokok secara diam-diam di siang hari saat bulan Ramadhan. Singkatnya, godin berarti membatalkan puasa secara sembunyi-sembunyi.
Istilah ini cukup populer di kalangan anak muda dan sering digunakan dalam percakapan santai.
4. Tempus
Sementara itu, di Medan dikenal istilah tempus. Kata ini memiliki arti serupa dengan mokel dan mokah, yakni berbuka puasa di siang hari.
Tempus disebut sebagai singkatan dari “TEMbak PUaSa”. Biasanya istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang membatalkan puasa karena tidak kuat menahan lapar, haus, atau kelelahan.
Menariknya, dalam KBBI kata “tempus” memiliki arti waktu (sebagai kategori semantis). Artinya, terdapat perbedaan makna antara definisi formal dalam kamus dan penggunaan populer di kalangan anak muda, khususnya di Medan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan budaya. Setiap daerah memiliki kreativitas sendiri dalam menciptakan istilah, termasuk untuk menggambarkan kebiasaan yang sama di bulan Ramadhan.
Sumber: Tribunnews
