Katakata.id – Mayoritas masyarakat belum mengetahui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang menentukan partai politik dapat memperoleh kursi di DPR RI. Di sisi lain, simulasi elektabilitas 18 partai politik menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas, disusul PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan, 65,8 persen responden tidak mengetahui ambang batas parlemen sebesar 4 persen suara, sedangkan hanya 16,4 persen yang mengaku mengetahuinya.
Di antara responden yang mengetahui aturan tersebut, 35,5 persen menilai ambang batas 4 persen sebagai pilihan paling tepat. Sebanyak 14,6 persen memilih kenaikan menjadi 5 persen, sementara 11,9 persen menginginkan ambang batas di bawah 4 persen.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pengetahuan publik mengenai salah satu aturan penting dalam sistem pemilu masih terbatas. Ambang batas parlemen berpengaruh terhadap peluang partai politik memperoleh kursi DPR RI, sehingga pemahaman masyarakat mengenai aturan tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan politik.
Dalam simulasi yang melibatkan 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas tertinggi sebesar 22,9 persen.
PDI Perjuangan berada di urutan kedua dengan 13,4 persen, disusul Partai Golkar sebesar 9,1 persen.
Hasil tersebut menempatkan Gerindra unggul 9,5 poin persentase dari PDI Perjuangan dan 13,8 poin dari Golkar dalam simulasi yang dipaparkan. Namun, data tiga partai teratas ini belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan peta persaingan karena angka elektabilitas partai lainnya tidak disertakan dalam data yang tersedia.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, menyampaikan hasil survei pada Senin (19/10/2026).
Survei dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan melibatkan 1.220 responden. Survei memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Editor: Rasid Ahmad
