Katakata.id – Wahana Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (WANAPALHI) Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) melakukan program pengabdian masyarakat di Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan ini berfokus pada penanaman bibit mangga dan kopi di lahan Hutan kemasyarakatan (Hkm) kelompok tani Kubang Jaya.
Hadir dalam penanaman ini sekretaris Desa Cipang Kanan, Heri, Ketua Petani Desa Cipang Kanan, Pandes, tokoh masyarakat, WALHI Riau, dan perwakilan Kelompok Tani Kubang Jaya.
Muhammad Hamonangan, Ketua Umum Wanapalhi USTI mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Kami berharap bibit yang ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Cipang Kanan.
“Selain tumbuh memberikan udara yang segar, bibit mangga dan kopi nantinya dapat meningkatkan potensi desa,” kata Monang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/7/2025).
Kelompok tani Kubang Jaya menerima Surat Keputusan (SK) Hutan kemasyarakatan (Hkm) dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 6 Juni 2022 lalu dengan luas 335 ha. Hkm pemanfaatannya difokuskan memberdayakan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sumber daya hutan secara adil dan berkelanjutan.
Heri, Ketua Petani Desa Cipang Kanan sampaikan apresiasi terhadap Wanapalhi USTI dalam kegiatan penanaman ini, ia berharap bibit mangga dan kopi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Saya berharap kegiatan Wanapalhi ini bisa berlanjut hingga mendampingi proses pemeliharaan hingga produksi,” ucap Heri.
Bagi Heri bibit mangga dan kopi jika dikelola dengan baik dengan praktik agroforestri bisa mendapatkan manfaat ekonomi dan lingkungan.
Kriwil, salah seorang petani kopi Desa Cipang Kanan menyebutkan pemilihan bibit kopi sangat sesuai karena relatif terjangkau bagi masyarakat, sedangkan dalam proses budidaya kopi bisa jadi media pembelajaran bagi masyarakat dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
“Kopi punya masa produktif yang panjang hingga 5 sampai dengan 20 tahun dengan perawatan yang baik,” kata Kriwil.(Rls/RA)
