Katakata.id – Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Sastra Inggris, Universitas Bangka Belitung melaksanakan kegiatan bertajuk “Visibilitas Produk UMKM Masyarakat Nelayan Baskara Bhakti: Edukasi Penggunaan Website Pemasaran Produk dalam Bahasa Inggris untuk Menjangkau Pasar Global”.
Kegiatan yang dipimpin oleh Rizky Arif Afandi, M.A, dosen Sastra Inggris, dengan anggota tim Dr. Diana Anggraeni, M.Hum dan Dini Wulansari, M.A ini berlangsung di kawasan pesisir Baskara Bhakti, Kabupaten Bangka Tengah, dan melibatkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis hasil laut dari komunitas nelayan setempat.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM nelayan dalam memasarkan produk mereka melalui media digital dengan pendekatan berbahasa Inggris.
Melalui program ini, diharapkan produk-produk hasil olahan laut seperti ikan asin, kerupuk udang, dan terasi khas Baskara Bhakti dapat menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Menurut ketua tim pengabdian, Rizky Arif Afandi, M.A, kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya eksposur produk UMKM pesisir di pasar global.
“Kami melihat bahwa masyarakat nelayan memiliki potensi ekonomi yang besar melalui hasil laut dan olahan tradisional mereka. “Namun, keterbatasan dalam penggunaan teknologi digital dan bahasa menjadi penghalang utama untuk mengembangkan pasar mereka ke tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguasaan dasar-dasar promosi digital dalam bahasa Inggris sangat penting pada era globalisasi saat ini. Dengan website berbahasa Inggris, pelaku UMKM tidak hanya menampilkan produk secara menarik tetapi juga membangun kepercayaan konsumen luar negeri.
“Bahasa Inggris adalah jembatan komunikasi lintas budaya dan bisnis. Kami ingin masyarakat Baskara Bhakti bisa menggunakannya untuk menembus batas geografis,” tambahnya.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari, terdiri atas sesi pelatihan teori dan praktik langsung. Pada hari pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasar pemasaran digital, pentingnya visibilitas online, dan strategi branding melalui website. Tim pengabdian juga memperkenalkan berbagai platform pembuatan website sederhana yang dapat diakses tanpa biaya besar, seperti WordPress, Wix, dan Google Sites.
Dr. Diana Anggraeni, M.Hum, sebagai pemateri pada sesi pertama, menjelaskan pentingnya citra profesional melalui tampilan website. “Website bukan hanya etalase produk, tapi juga identitas bisnis. Melalui desain yang menarik dan bahasa yang komunikatif, calon pembeli dapat menilai kredibilitas sebuah usaha,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penggunaan bahasa Inggris yang sopan, lugas, dan sesuai konteks bisnis.
Pada sesi berikutnya, Dini Wulansari, M.A, memberikan pelatihan praktis mengenai penulisan deskripsi produk dalam bahasa Inggris yang efektif. Para peserta diajak untuk menulis ulang deskripsi produk mereka dengan menonjolkan keunggulan khas lokal, seperti rasa autentik, bahan alami, dan proses pengolahan tradisional.
“Deskripsi yang baik bukan hanya menjelaskan produk, tetapi juga menceritakan nilai budaya di baliknya,” jelas Dini. Ia mencontohkan bagaimana frase seperti ‘handmade by local fishermen families’ atau ‘traditional recipe from Bangka waters’ dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar global.
Sesi kedua diisi dengan praktik langsung pembuatan website. Peserta dibimbing langkah demi langkah untuk membuat akun, memilih template, mengunggah foto produk, menulis profil usaha, dan menambahkan tautan media sosial. Dalam sesi ini, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dasar mengenai optimasi mesin pencari (SEO) agar website lebih mudah ditemukan di Google.
Para peserta yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan pemuda nelayan menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka membawa contoh produk olahan seperti ikan kering, kerupuk, dan sambal terasi untuk difoto dan diunggah ke website masing-masing.
“Selama ini kami hanya jual di pasar atau lewat WhatsApp. Sekarang kami tahu caranya membuat halaman sendiri untuk promosi,” ujar salah satu peserta, Nurhayati, pelaku usaha kerupuk udang.

Selain pelatihan teknis, tim pengabdian juga memberikan edukasi tentang etika komunikasi bisnis lintas budaya. Peserta diajarkan bagaimana menulis email atau menanggapi pesan pelanggan internasional dengan sopan dan profesional dalam bahasa Inggris. Topik ini penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pembeli asing.
Diakhir kegiatan, tim pengabdian memberikan pendampingan individual kepada setiap peserta untuk menyempurnakan website mereka. Setiap UMKM memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya dan mendapatkan umpan balik langsung dari para dosen. Salah satu hasil yang menonjol adalah website Baskara Bhakti Seafood Delights, yang menampilkan katalog produk lengkap dengan deskripsi bilingual dan tautan pembelian.
Dalam penutupan kegiatan, Rizky Arif Afandi, M.A menegaskan bahwa pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi akan berlanjut dalam bentuk pendampingan berkala.
“Kami akan membantu peserta memelihara dan mengembangkan website mereka. Kami juga berencana membuat portal bersama yang menampung seluruh produk UMKM nelayan di wilayah ini agar lebih mudah diakses oleh pembeli luar negeri,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa dan dinas perikanan setempat. Kepala Desa Baskara Bhakti menyampaikan apresiasi atas inisiatif tim dosen. “Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini membuka wawasan masyarakat kami tentang pentingnya digitalisasi dalam usaha. Dulu kami tidak pernah membayangkan produk lokal bisa dikenal sampai luar negeri,” katanya.
Dari hasil evaluasi, terlihat peningkatan signifikan dalam kemampuan digital peserta. Sebagian besar mampu membuat website sederhana dan mengoperasikan fitur promosi online. Lebih dari itu, mereka juga semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam konteks bisnis.
Program pengabdian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan bimbingan akademisi yang kompeten dan semangat masyarakat yang tinggi, Baskara Bhakti kini memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar produk olahan lautnya hingga mancanegara.
Kegiatan “Visibilitas Produk UMKM Masyarakat Nelayan Baskara Bhakti” ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Bangka Belitung. Pemberdayaan melalui literasi digital dan penguasaan bahasa asing menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di era ekonomi global. (Rls/RA)
