Katakata.id – Provinsi Riau mencatat inflasi sebesar 2,60 persen pada Triwulan III tahun 2025. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,35 pada Triwulan II menjadi 111,17 pada Triwulan III 2025.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada tujuh kelompok pengeluaran.
“Inflasi Triwulan III 2025 terjadi karena adanya kenaikan harga pada tujuh kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,99 persen; pendidikan 4,48 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,61 persen; kesehatan 0,61 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,30 persen; transportasi 0,08 persen; serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen,” ujar Asep mengutip situs resmi BPS, Jumat (21/11/2025).
Empat Kelompok Pengeluaran Alami Deflasi
Asep menambahkan bahwa terdapat empat kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga.
Kelompok tersebut yaitu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,26 persen; pakaian dan alas kaki turun 0,20 persen; rekreasi, olahraga dan budaya turun 0,12 persen; serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,08 persen.
Cabai Merah Beri Andil Terbesar
Sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi pada triwulan tersebut. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain cabai merah sebesar 1,44 persen,” jelas Asep.
Komoditas lain yang turut memberi kontribusi di antaranya daging ayam ras (0,18 persen), akademi/perguruan tinggi (0,15 persen), ayam hidup (0,14 persen), emas perhiasan (0,12 persen), telur ayam ras dan bawang merah (masing-masing 0,08 persen), cabai rawit (0,06 persen), cabai hijau (0,05 persen), mobil, kol/kubis, serta Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang masing-masing menyumbang 0,04 persen.
Inflasi di Empat Kota IHK Riau
Inflasi Riau pada Triwulan III 2025 dihitung dari empat daerah IHK, dengan rincian sebagai berikut:
- Pekanbaru: inflasi 2,23 persen (IHK naik dari 107,99 menjadi 110,40)
- Dumai: inflasi 2,79 persen (IHK naik dari 108,66 menjadi 111,69)
- Tembilahan: inflasi 2,40 persen (IHK naik dari 108,47 menjadi 111,07)
- Kampar: deflasi 3,23 persen (IHK naik dari 108,88 menjadi 112,40)
Editor: Rasid Ahmad
