Katakata.id – Tunjangan Profesi Guru (TPG) bukan sekadar tambahan penghasilan bagi para pendidik. Di tangan guru-guru yang berdedikasi, tunjangan tersebut berubah menjadi energi baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus profesionalisme guru terus diwujudkan melalui penyaluran TPG oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hingga Mei 2026, sebanyak 10.230 guru dan tenaga kependidikan di Kota Dumai telah menerima TPG dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp37,5 miliar.
Di balik angka miliaran rupiah tersebut, tersimpan banyak cerita tentang semangat guru yang terus berupaya memberikan yang terbaik bagi anak didiknya.
Salah satunya datang dari Dini Retnoasri, guru sekaligus wali kelas VI SD Maitreyawira Dumai. Baginya, TPG bukan hanya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membuka ruang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.
Sejak menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dini aktif menerapkan metode pembelajaran yang menekankan nilai kebersamaan, kasih sayang, dan penghargaan terhadap usaha siswa.
Bahkan, sebagian TPG yang diterimanya sengaja disisihkan untuk memberikan hadiah sederhana berupa alat tulis kepada siswa yang aktif menjawab pertanyaan di kelas.
“Selain sisi finansial yang membaik, TPG mendorong kami untuk membuat murid senang belajar. Saya menyisihkan sebagian tunjangan untuk memberikan hadiah kecil kepada siswa yang aktif. Mereka sangat senang dan semakin bersemangat datang ke sekolah,” tutur Dini.
Semangat yang sama juga dirasakan Dewi Fatma Nasution, guru kelas IV SD Maitreyawira. Ia mengaku TPG memberikan motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran sekaligus mempererat hubungan emosional dengan para siswa.
Dewi masih mengingat bagaimana murid-muridnya turut mendukung saat dirinya menjalani proses Pendidikan Profesi Guru. Bahkan beberapa siswa ikut membantu saat ia membuat video tugas pembelajaran.
Setelah berhasil menyelesaikan PPG dan mulai menerima TPG, Dewi menepati janjinya kepada para siswa dengan mengajak mereka menikmati es krim bersama.
“Anak-anak merasa menjadi bagian dari perjuangan saya. Kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaan saya juga. Semoga semakin banyak guru yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan melalui program ini,” katanya.
Sementara itu, guru kelas III SD Maitreyawira, Intan Safura, memanfaatkan TPG untuk memperkuat kompetensinya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Di dalam kelas, Intan rutin menggunakan berbagai media pembelajaran digital interaktif seperti kuis daring, permainan memori, teka-teki silang, hingga aktivitas edukatif berbasis teknologi lainnya.
Metode tersebut terbukti membuat siswa lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi pelajaran.
“Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak lebih terlibat dan tidak cepat bosan. TPG juga memotivasi saya untuk terus belajar dan mengikuti pelatihan yang mendukung pengembangan kompetensi di bidang STEM,” ungkap Intan.
Ia berharap dapat terus mengikuti berbagai workshop dan seminar pendidikan agar mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Kisah para guru tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat berkunjung ke Sekolah Maitreyawira, Dumai.
Menurut Fajar, kemajuan pendidikan di Dumai tidak terlepas dari dedikasi para guru yang terus menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi para siswa.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan TPG sebesar Rp2 juta per bulan disalurkan langsung kepada guru penerima manfaat, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta.
“Bukan hanya sekolah negeri, sekolah dan guru di lembaga pendidikan swasta juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Penyaluran TPG merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada guru yang selama ini menjadi garda terdepan pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Fajar.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, kisah para guru di Dumai menunjukkan bahwa kesejahteraan yang lebih baik dapat melahirkan inovasi, kreativitas, dan dedikasi yang lebih besar. Dari hadiah pensil sederhana, es krim penuh makna, hingga pembelajaran digital yang interaktif, TPG telah menjadi jembatan yang menghubungkan kesejahteraan guru dengan kualitas pendidikan yang semakin baik bagi generasi masa depan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 471/sipers/A6/VI/2026
