Katakata.id – Perjuangan Adek Daren, pejuang cilik asal Riau yang mengalami kelainan jantung kompleks dan langka, kini berlanjut ke India untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Di usianya yang masih sangat muda, Daren harus menghadapi kondisi kesehatan serius yang juga disertai penyempitan saluran napas, gangguan menelan, dan gizi kurang.
Sejak berusia 21 hari, Daren telah menjalani perjalanan panjang untuk mendapatkan penanganan medis. Ia dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan profil medisnya, Daren didiagnosis mengalami kelainan jantung kompleks, meliputi truncus arteriosus tipe 1, VSD subruncal, serta pulmonary artery (PA) non-konfluens dengan MAPCAs.
Selain kelainan jantung tersebut, Daren juga mengalami laringomalasia dan penyempitan saluran napas yang berdampak pada fungsi menelan. Kondisi ini membuatnya harus mendapatkan asupan nutrisi melalui selang nasogastrik atau NGT.
“Sejak berusia 21 hari, Daren sudah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Kondisinya cukup kompleks karena bukan hanya kelainan jantung, tetapi juga ada gangguan saluran napas dan menelan sehingga Daren harus mendapatkan asupan melalui selang NGT,” jelas Vera, ibunda Daren.
Berbagai upaya telah ditempuh keluarga untuk mendapatkan penanganan terbaik, termasuk membawa Daren menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Harapan Kita di Jakarta. Namun, berdasarkan informasi dalam profil medisnya, kedua rumah sakit tersebut telah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa tindakan operasi tidak dapat dilakukan di fasilitas terkait.
Di tengah keterbatasan pilihan penanganan, kesempatan memperoleh perawatan di Amrita Hospital, Kochi, India, menjadi harapan baru bagi Daren dan keluarganya.
Pada 8 Oktober 2026, perjalanan medis Daren berlanjut ke Surabaya sebelum dijadwalkan bertolak ke India pada 9 Oktober 2026 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, ikhtiar tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan rencana program bantuan tahap kedua, total kebutuhan dana yang disiapkan mencapai Rp108 juta. Anggaran itu mencakup bantuan untuk tindakan medis, akomodasi selama pengobatan di India, serta kebutuhan koordinasi dan operasional penyaluran bantuan.
Vera mengungkapkan, pembiayaan pengobatan menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi keluarga dalam mengupayakan perawatan bagi Daren.
Dalam skema bantuan yang tercantum pada profil Daren, terdapat dukungan pihak ketiga sebesar 50 persen dari biaya, sedangkan 50 persen lainnya menjadi tanggungan keluarga. Skema ini diharapkan dapat membuka akses pengobatan sekaligus meringankan beban keluarga.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam mengupayakan pengobatan Daren. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan medis dan akomodasi selama menjalani perawatan di India,” ungkap Vera.
Melalui program bantuan kesehatan ini, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar pengobatan Daren. Dukungan melalui donasi, infak, dan sedekah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengobatan serta akomodasi selama proses perawatan berlangsung.
Perjalanan Daren menjadi pengingat bahwa perjuangan mendapatkan layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan keteguhan keluarga, tetapi juga dukungan banyak pihak. Di tengah kondisi medis yang kompleks, kepedulian masyarakat diharapkan dapat menguatkan keluarga dan membantu membuka jalan bagi Daren untuk memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
Mari bantu ikhtiar pengobatan Adek Daren. Salurkan kepedulian melalui program bantuan kesehatan IZI dan jadilah bagian dari perjuangan Daren untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik.(RLS/Rasid)
