Katakata.id – Perjalanan sebuah keluarga di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) berakhir tragis setelah mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di KM 14 B, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Diduga akibat pengemudi mengalami microsleep, kendaraan hilang kendali lalu menghantam U-turn pembatas jalan tol dengan keras.
Dua penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tujuh korban lainnya mengalami luka berat dan ringan hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Lama Boru Pasaribu dan Guen Boru Manurung. Sementara korban luka yakni Doni Pardede, Sandi Pernando Manurung, Dewi Wanita Manurung, Saundika Manurung, Asri Boru Situmeang, Bertua Boru Situmeang, dan Echa Boru Manurung.
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Avanza BK 1965 YR yang dikemudikan Doni Pardede (22) melaju dari arah Bathin Solapan menuju Pekanbaru.
“Sesampainya di KM 14 B, pengemudi diduga mengalami microsleep sehingga kendaraan hilang kendali dan menabrak U-turn pembatas jalan tol,” ujar Eko.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan rusak parah. Dua penumpang meninggal di tempat, sedangkan korban lainnya mengalami luka berat dan ringan sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Awal Bros Jalan Ahmad Yani Pekanbaru.
Usai menerima laporan, tim Sat PJR Ditlantas Polda Riau yang dipimpin Ipda A. Husein bersama personel lainnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan kendaraan.
Proses penanganan melibatkan tiga unit ambulans, dua kendaraan derek, serta dua unit mobil patroli guna mempercepat evakuasi sekaligus memastikan arus lalu lintas di jalan tol tetap aman dan lancar.
Selain melakukan pengamanan lokasi kejadian, petugas juga berkoordinasi dengan Unit Laka Polsek Minas Polres Siak untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp50 juta dan kasus saat ini masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Siak,” jelas Eko.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden maut tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara saat tubuh dalam kondisi lelah atau mengantuk.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam kecelakaan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan korban luka segera pulih,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengendara, khususnya di jalan tol yang memiliki kecepatan tinggi.
“Kami mengimbau pengguna jalan tol agar selalu menjaga konsentrasi, mematuhi batas kecepatan, menggunakan sabuk pengaman, dan segera beristirahat apabila mengalami kelelahan ataupun mengantuk. Keselamatan adalah yang pertama dan utama,” pesan Jeki.(SID/HBN)
