Katakata.id — Puluhan mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) mendapatkan pengalaman berbeda dalam perkuliahan mereka. Tak hanya belajar di ruang kelas, para mahasiswa diajak langsung memahami praktik tata kelola pemerintahan melalui kunjungan akademik ke Bappeda Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan kuliah umum yang berlangsung di Aula Bappeda Provinsi Riau, Jalan Gadjah Mada No. 200 Pekanbaru itu mengangkat tema “Tantangan Pengelolaan Keuangan Daerah Era Fiskal Modern: Upaya Optimalisasi Pendapatan dan Efisiensi Belanja di Provinsi Riau”.
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Tata Kelola Keuangan Pemerintahan yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan daerah dan tantangan pembangunan di era modern.
Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Riau, Abdul Madian, yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dosen pengampu mata kuliah, Agus Susanto, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa pembelajaran pemerintahan tidak cukup hanya dilakukan secara teoritis di ruang kuliah, tetapi juga perlu dipahami langsung melalui praktik dan dinamika di lapangan.
“Mahasiswa ini kita bawa ke Bappeda Provinsi Riau untuk melaksanakan perkuliahan Mata Kuliah Tata Kelola Keuangan Pemerintahan,” ujar Agus.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana pemerintah daerah menghadapi tantangan pengelolaan anggaran, optimalisasi pendapatan daerah, hingga strategi efisiensi belanja di tengah dinamika fiskal yang terus berubah.
Ia mengapresiasi sambutan positif dari pihak Bappeda yang telah membuka ruang diskusi dan berbagi berbagai data serta persoalan nyata terkait pengelolaan keuangan daerah di Provinsi Riau.
“Alhamdulillah kegiatan disambut sangat baik oleh pihak Bappeda melalui pemaparan berbagai data dan persoalan terkait tata kelola keuangan yang terjadi di Provinsi Riau,” katanya.
Dalam pemaparannya, Abdul Madian menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan pendapatan asli daerah, sekaligus memastikan belanja pemerintah tetap efektif dan tepat sasaran.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi nasional maupun global.
“Mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai dinamika pengelolaan keuangan daerah, tantangan pembangunan, serta pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” tambah Agus.
Kegiatan tersebut berlangsung interaktif. Para mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kondisi fiskal daerah, strategi pembangunan, hingga tantangan birokrasi pemerintahan di era modern.
Kuliah umum ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik pemerintahan, sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon intelektual muda yang memahami persoalan tata kelola pemerintahan secara lebih kritis dan kontekstual. (Rasid Ahmad)
