Katakata.id – Jalan yang gelap, tikungan tajam, dan jarak pandang terbatas menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara, terutama saat malam hari. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Andalas (Unand) di Nagari Padang Sibusuk menghadirkan langkah sederhana namun konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Mahasiswa KKN Unand memasang reflektor jalan di salah satu titik rawan lalu lintas di Jorong Guguak Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung.
Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan di sejumlah wilayah nagari yang memiliki potensi bahaya, khususnya jalur dengan penerangan minim, kontur jalan yang sulit, tikungan tajam, hingga area yang memiliki jarak pandang terbatas atau blind spot.
Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa KKN Unand terlebih dahulu turun ke lapangan untuk melakukan survei dan mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian.
Survei dilakukan dengan melihat kondisi fisik jalan dan tingkat risiko yang mungkin dihadapi pengendara, terutama ketika melintas pada malam hari.
Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain **kontur jalan berbukit dan terjal, minimnya penerangan jalan umum, serta keberadaan tikungan tajam dan area blind spot yang dapat menghalangi pandangan pengendara dari arah berlawanan.
Dari hasil pemetaan lapangan, mahasiswa menemukan tiga lokasi yang memenuhi sejumlah kriteria sebagai titik rawan.
Setelah dilakukan pertimbangan bersama dan mendapat persetujuan dari perangkat nagari, mahasiswa kemudian menentukan salah satu lokasi untuk menjadi sasaran pemasangan reflektor, yakni di Jorong Guguak Tinggi.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai membutuhkan penanda tambahan agar pengendara dapat lebih mudah mengenali arah dan batas jalan, khususnya ketika kondisi pencahayaan tidak memadai.
Reflektor jalan memang bukan lampu penerangan. Namun, benda sederhana ini memiliki fungsi penting ketika terkena sorotan lampu kendaraan.
Cahaya dari lampu kendaraan akan dipantulkan kembali oleh reflektor sehingga menghasilkan penanda visual yang dapat dilihat pengendara dari jarak tertentu.
Pada jalan yang minim penerangan, keberadaan penanda semacam ini dapat membantu pengendara mengenali batas jalan maupun arah tikungan lebih awal.
Terutama pada malam hari, ketika kondisi jalan menjadi lebih sulit diprediksi.
Begitu pula ketika kabut atau kondisi cuaca mengurangi jarak pandang. Reflektor diharapkan dapat menjadi salah satu petunjuk tambahan bagi pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum memasuki tikungan atau bagian jalan yang berisiko.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang mereka temukan selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Apa yang dilakukan mahasiswa KKN Unand mungkin terlihat sederhana. Hanya beberapa reflektor yang dipasang di sebuah ruas jalan. Namun, di balik pemasangan tersebut terdapat proses pengamatan, survei, koordinasi, hingga pengambilan keputusan bersama perangkat nagari.
Hal ini menunjukkan bahwa program KKN tidak harus selalu berbentuk kegiatan seremonial. Pengabdian juga dapat hadir melalui solusi kecil yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Jalan yang lebih mudah dikenali pada malam hari berarti sedikit tambahan rasa aman bagi pengendara. Dan dalam urusan keselamatan, langkah pencegahan sekecil apa pun tetap memiliki arti.
Melalui pemasangan reflektor di Jorong Guguak Tinggi, mahasiswa KKN Unand berharap para pengguna jalan dapat lebih waspada ketika melintas, terutama pada malam hari dan saat kondisi jarak pandang terbatas.
Program ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan seluruh elemen nagari dapat mengambil bagian melalui kepedulian dan aksi nyata.
Dari sebuah jalan yang gelap dan tikungan yang tersembunyi, mahasiswa KKN Unand memilih untuk menghadirkan cahaya kecil. Sederhana bentuknya, tetapi besar harapannya yakni agar setiap orang yang melintas dapat pulang dengan selamat.
Penulis/Pengirim: Fathia Jihan adrini
Editor: Rasid Ahmad
