Katakata.id – Kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar soal keberanian tampil. Di tengah lingkungan organisasi dan dunia profesional yang semakin dinamis, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, membangun kepercayaan, hingga menciptakan relasi menjadi keterampilan penting yang perlu terus diasah.
Hal tersebut menjadi perhatian Surya Center bersama Akademi Basolang melalui Organization Public Speaking Bootcamp 2026 yang digelar di Lab FISIP Universitas Riau (UNRI), Panam, Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan **public speaking, komunikasi, kepercayaan diri, hingga networking**, terutama bagi generasi muda yang aktif dalam organisasi maupun tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Bootcamp menghadirkan empat narasumber dan praktisi, yakni Dwi Yunita Sari, Profesional MC Surya Center; Robi Armilus, S.Sos., M.Si., Dosen Sosiologi sekaligus Founder Basolang Akademi; Ade Surya Dwi Putra, S.I.Kom., A.K., C.PS., CEO Surya Center; serta Widya Ariska Nopita Dewi, S.Pi., Profesional Trainer Surya Center.
Berbeda dari pelatihan yang hanya mengandalkan penyampaian teori, kegiatan ini dirancang secara interaktif. Peserta diajak mempraktikkan langsung materi yang diberikan, memperoleh feedback personal, sekaligus membangun relasi dengan sesama peserta dan para praktisi.
Robi Armilus menilai kemampuan public speaking memiliki hubungan erat dengan kemampuan seseorang menjalankan peran dalam organisasi.
Menurutnya, seseorang yang aktif berorganisasi tidak cukup hanya memiliki gagasan. Ide tersebut harus mampu dikomunikasikan dengan baik agar dapat dipahami dan diterima oleh orang lain.
“Dalam organisasi, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal penting. Ide yang baik akan sulit diterima apabila tidak disampaikan dengan cara yang baik. Karena itu, public speaking perlu dilatih agar seseorang mampu menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan,” ujar Robi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun keberanian berbicara sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama.
Sementara itu, CEO Surya Center Ade Surya Dwi Putra menegaskan bahwa public speaking tidak berhenti pada kemampuan seseorang untuk berdiri dan berbicara di hadapan banyak orang.
Lebih dari itu, public speaking merupakan kemampuan menyampaikan pesan secara efektif sehingga dapat dipahami sekaligus memberikan dampak kepada audiens.
“Public speaking bukan hanya tentang bagaimana kita berani tampil di depan orang banyak. Lebih dari itu, bagaimana kita mampu menyampaikan pesan dengan jelas, membangun kepercayaan, mengelola komunikasi, dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain,” kata Ade.
Menurutnya, keterampilan tersebut semakin penting bagi generasi muda yang berkecimpung di organisasi, komunitas, pendidikan maupun dunia profesional.
Karena itu, melalui bootcamp tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui bootcamp ini, kami ingin peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi juga membawa pengalaman, keberanian, keterampilan baru, dan jaringan yang bisa dikembangkan setelah kegiatan,” tambahnya.
Organization Public Speaking Bootcamp 2026 menjadi salah satu upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada peserta. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung teknik komunikasi yang dipelajari sekaligus mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan.
Selain materi dan praktik, peserta juga mendapatkan sertifikat serta kesempatan membangun networking dengan sesama peserta maupun para praktisi yang hadir.
Surya Center bersama Akademi Basolang berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri, komunikatif, kritis, adaptif, dan berani mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Surya Center dalam menghadirkan program pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan pelatihan di bidang public speaking, komunikasi, kepemimpinan, dan keterampilan organisasi.
Editor: Rasid Ahmad
