Katakata.id – Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti dunia olahraga, khususnya kalangan disabilitas di Provinsi Riau. Ketua National Paralympic Committee Riau, Jaya Kusuma, tutup usia pada Senin (23/2/2026) pukul 03.55 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, Kota Pekanbaru, setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya. Ia wafat pada usia 70 tahun, setelah berjuang melawan penyakit selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Sekretaris NPC Riau, Indra Warman, menjelaskan bahwa sebelumnya almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. Namun kondisi kesehatannya kembali menurun hingga harus dirawat kembali sampai akhirnya meninggal dunia dini hari tadi.
“Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar NPC Riau dan masyarakat olahraga disabilitas di Provinsi Riau,” ujarnya.
Semasa hidup, Jaya Kusuma dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam memajukan prestasi atlet-atlet paralimpik di Riau. Di bawah kepemimpinannya, NPC Riau menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Panda, Pekanbaru, dan disalatkan di masjid dekat kediamannya. Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir tersebut.
Mewakili keluarga besar NPC, Zulkifli Rahman menyampaikan bahwa almarhum bukan hanya dikenal di daerah, tetapi juga di tingkat nasional. “Pengorbanan dan pengabdian beliau tak terbilang untuk organisasi ini. NPC Riau di bawah kepemimpinan beliau sangat diperhitungkan di tingkat nasional. Mari kita maafkan jika ada kesalahan dan doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, H. Yurnalis. Ia menilai kepergian Jaya Kusuma sebagai kehilangan besar bagi dunia olahraga Riau.
“Hari ini kita bertakziah, suatu saat orang yang mentakziahi kita. Jika sudah sampai masanya, tidak akan bisa ditunda. Besar jasanya dalam mengangkat prestasi olahraga kaum difabel, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi yang diraih para atlet disabilitas Riau selama ini menjadi catatan kebaikan yang tak terpisahkan dari dedikasi Jaya Kusuma. “Mari kita berikan doa terbaik kita,” pungkasnya.
Kepergian Jaya Kusuma meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan semangat perjuangan bagi olahraga disabilitas di Riau. Dedikasinya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan prestasi paralimpik daerah ini.(Rasid/Dedi)
