Katakata.id – Di tengah udara yang kian tidak bersahabat, kepedulian hadir melalui langkah sederhana. Saat kabut asap mengancam kesehatan dan warga tetap harus beraktivitas, bantuan datang dari sesama masyarakat yang memilih bergerak, bukan sekadar menunggu keadaan membaik.
Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Riau bersama Pengurus Daerah (PD) Salimah turun langsung ke tengah masyarakat Kota Pekanbaru untuk membagikan masker dan vitamin secara gratis selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (17–18 Oktober 2026).
Sebanyak 400 masker dibagikan kepada warga sebagai upaya membantu melindungi kesehatan pernapasan sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kabut asap.
Pada Sabtu (17/10/2026) sore, sekitar pukul 16.40 WIB, aksi sosial tersebut berlangsung di kawasan Stadion Utama Riau. Lokasi ini dipilih karena ramai dikunjungi warga yang berolahraga maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Di tengah aktivitas sore itu, pembagian masker menjadi bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat yang harus berhadapan dengan kondisi udara yang kurang bersahabat. Bantuan diberikan secara langsung, menyasar warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Aksi kemudian berlanjut pada Minggu (18/10/2026), dengan menjangkau masyarakat di Kecamatan Payung Sekaki, Tuah Madani, dan Binawidya. Perluasan lokasi pembagian dilakukan agar semakin banyak warga memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Selain masker, vitamin turut dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Meski sederhana, bantuan ini membawa pesan bahwa menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak pada kesehatan membutuhkan perhatian dan solidaritas bersama.
Salah seorang warga, Ardi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih, semoga berkah,” ujarnya.
Bagi IZI Riau dan PD Salimah, kegiatan ini bukan sekadar membagikan masker dan vitamin. Aksi tersebut juga menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus ajakan untuk memperkuat semangat gotong royong di tengah kondisi yang dihadapi bersama.
Kabut asap mungkin tidak bisa diatasi hanya dengan pembagian masker. Penanganan sumber kebakaran dan perbaikan kualitas udara tetap membutuhkan langkah serius dari pihak-pihak berwenang. Namun, di tengah situasi tersebut, kepedulian antarsesama dapat membantu mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan.
Ketika udara bersih belum sepenuhnya bisa dinikmati, warga masih bisa saling menjaga. Dari masker yang dibagikan hingga vitamin yang diberikan, aksi ini menunjukkan bahwa solidaritas tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Terkadang, kepedulian sederhana justru paling terasa ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.(RLS/Rasid)
