Katakata.id – Turunnya hujan tidak serta-merta mengakhiri kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut. Bara api yang tertinggal di bawah permukaan tanah masih dapat bertahan dan memicu kebakaran kembali meski api di permukaan sudah tidak terlihat.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Dr. Daryono, mengingatkan bahwa pemadaman harus tetap dilakukan apabila masih ditemukan bara atau indikasi kebakaran bawah permukaan.
Penjelasan itu disampaikannya dalam program Kompas Malam, Selasa (27/10/2026).
Menurut Daryono, hujan memang dapat memadamkan api di permukaan, tetapi air belum tentu menjangkau bara yang berada jauh di dalam lapisan gambut.
Karakter kebakaran gambut berbeda dari kebakaran vegetasi biasa. Api dapat membara di dalam tanah tanpa menghasilkan nyala yang terlihat. Fenomena ini dikenal sebagai smouldering combustion atau pembakaran membara yang dapat berlangsung lama di bawah permukaan.
“Jadi, hujan turun bukan berarti api sudah padam,” tegas Daryono.
Ia menekankan, penghentian pemadaman harus didasarkan pada kepastian bahwa tidak ada lagi bara aktif, termasuk di bawah permukaan tanah.
Peringatan ini menjadi penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut. Hujan dapat membantu menekan kebakaran, tetapi pemeriksaan dan pemadaman lanjutan tetap diperlukan jika masih terdapat titik bara. Tanpa memastikan kondisi di bawah permukaan, kebakaran berisiko muncul kembali meski kawasan tersebut telah diguyur hujan.
Editor: Rasid Ahmad
