Katakata.id – Api boleh tak lagi terlihat, tetapi perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan belum benar-benar berakhir. Di atas hamparan gambut dan semak belukar di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kepulan asap masih muncul di sejumlah titik setelah tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 76 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan api tidak menjalar lebih luas. Operasi berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB, dipimpin Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso.
Ia didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan Iptu Haryanto Alex Sinaga, S.H., M.H., dan Kanit Provost Polres Pelalawan Ipda Rudi Butar Butar, S.H.
Kekuatan terbesar berasal dari unsur kepolisian dengan 42 personel. Mereka terdiri atas 14 personel Polres Pelalawan, 10 personel Polsek Kerumutan, tujuh personel Polsek Ukui, satu personel Polsek Pangkalan Lesung dan 10 personel Polsek Pangkalan Kuras.
Mereka diperkuat 25 personel RPK PT GH dan sembilan personel RPK PT EMP. Medan yang dihadapi bukan medan biasa. Kebakaran terjadi di lahan gambut yang dipenuhi semak belukar. Karakter gambut membuat api sulit ditaklukkan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali menyala.
Tim mengerahkan dua mesin Tohatsu lengkap dengan selang, enam mesin ministrike beserta selang dan satu kendaraan double cabin. Peralatan tersebut digunakan untuk melakukan penyekatan sekaligus pendinginan agar api tidak merambat.
Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso menegaskan bahwa prioritas utama operasi adalah memutus pergerakan api sekaligus menjaga keselamatan personel.
“Fokus kita hari ini memadamkan titik api dan memastikan tidak merambat. Personel harus utamakan keselamatan. Karena lokasi berdekatan dengan habitat binatang buas, maka pemadaman malam dihentikan dan kita lanjut pendinginan besok pagi,” kata Iptu Budi.
Keputusan menghentikan operasi pada malam hari bukan tanpa alasan. Selain medan gambut yang sulit, kawasan sekitar lokasi kebakaran juga berdekatan dengan habitat satwa liar. Risiko terhadap personel meningkat ketika jarak pandang menurun dan kondisi lapangan semakin sulit dipantau.
Hingga operasi dihentikan pukul 18.00 WIB, titik api memang sudah tidak terlihat. Namun, asap masih mengepul di beberapa titik. Kondisi tersebut membuat tim tidak ingin mengambil risiko. Pendinginan menyeluruh akan dilanjutkan pada Jumat (4/9/2026) pagi untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Sebab, pada kebakaran gambut, hilangnya api dari permukaan bukan berarti ancaman telah sepenuhnya berakhir.
Penanganan karhutla di Kerumutan sekaligus menunjukkan bahwa memadamkan api di lahan gambut membutuhkan lebih dari sekadar menyemprotkan air. Penyekatan, pendinginan dan pemantauan menjadi bagian penting agar api tidak kembali muncul dan meluas.
Polres Pelalawan melalui Polsek Kerumutan bersama unsur perusahaan dan masyarakat terus melakukan langkah penanganan dan pencegahan karhutla di wilayah tersebut. Operasi Kamis itu boleh berakhir ketika matahari mulai turun. Namun, kewaspadaan belum boleh ikut padam. Karena di lahan gambut, bara yang tak terlihat bisa menjadi awal dari kebakaran yang jauh lebih besar.(RSD/HBN)
