Katakata.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam kurun waktu dua hari, 19–20 Juli 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya enam provinsi dilanda karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai lebih dari 47 hektare.
Meski sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, sejumlah wilayah masih melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas di tengah musim kemarau yang mulai mengintensif.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait terus bergerak cepat menangani setiap kejadian agar dampak kebakaran tidak semakin besar.
Di Aceh, kebakaran terjadi di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (19/7) dini hari. Lahan seluas sekitar 1 hektare terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
BPBD Aceh Tengah langsung melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Hingga kini situasi dinyatakan aman, meski pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Karhutla juga melanda Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Sekitar 2,5 hektare lahan terbakar, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki aparat berwenang.
BPBD Batang Hari memastikan api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan kini terkendali.
Di Jawa Timur , kebakaran menghanguskan sekitar 3 hektare lahan kosong di kawasan Perumahan Sentraland, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/7) itu berhasil ditangani oleh BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran. Jawa Timur sendiri saat ini masih berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla yang berlaku hingga 6 Oktober 2026.
Sementara itu di Kalimantan Selatan, kebakaran terjadi di kawasan PT Dua Samudera Perkasa, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.
Sekitar 5 hektare lahan terdampak, namun hingga kini baru sekitar 2 hektare yang berhasil dipadamkan. Penanganan melibatkan BPBD, Damkar, Rescue Jhonlin, petugas keamanan perusahaan, hingga karyawan setempat.
Karhutla dengan dampak terluas justru terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
BNPB mencatat sedikitnya 35,2 hektare lahan terbakar di tiga kecamatan, yakni Loa Janan Ilir, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, serta unsur masyarakat masih berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman.
Di Sulawesi Selatan, kebakaran melanda lahan di belakang Pertamina Ussu, Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Sekitar 1 hektare lahan terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WITA oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Beruntung, seluruh kejadian karhutla di enam provinsi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun penyebab kebakaran di seluruh lokasi masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.
Sumber: bnpb.go.id
Editor: Rasid Ahmad
