Katakata.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran atas wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pesan duka tersebut disampaikan melalui sebuah video yang ditayangkan televisi nasional Iran, Channel One, bertepatan dengan rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung selama sepekan.
Dalam pesannya, Megawati mengaku turut merasakan kehilangan besar yang tidak hanya dirasakan bangsa Iran, tetapi juga masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kedaulatan, dan kemanusiaan.
“Hari ini dengan penuh duka cita mendalam dan rasa hormat saya menyampaikan pesan ini sebagai seorang sahabat bagi rakyat Iran,” ujar Megawati.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu menilai Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar pemimpin politik maupun tokoh agama. Di matanya, Khamenei merupakan sosok patriot yang teguh mempertahankan prinsip serta memiliki semangat perjuangan yang mengingatkannya pada Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Megawati mengungkapkan, sejak muda Khamenei telah mengenal dan mengagumi pemikiran serta pidato-pidato Bung Karno. Menurutnya, hal itu tercermin dalam upaya Khamenei merumuskan arah bangsa Iran yang memadukan nilai agama, kebangsaan, dan keadilan sosial, sekaligus memperjuangkan tatanan dunia yang bebas dari kolonialisme dan imperialisme.
Kenangan pribadi juga disampaikan Megawati saat mengingat kunjungan kenegaraannya ke Teheran pada 2004 ketika masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia berjumpa langsung dengan Khamenei.
“Saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat mendalam,” kenangnya.
Megawati menggambarkan Khamenei sebagai ulama yang lembut, namun teguh memegang prinsip, sekaligus negarawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap penderitaan rakyatnya. Ia juga mengaku terkesan ketika Khamenei menilai Pancasila dan semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung sebagai salah satu referensi penting dalam membangun visi Iran yang merdeka dan bermartabat.
“Bagi saya, ini bukan sekadar pujian diplomatik. Itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa,” ujarnya.
Menurut Megawati, hubungan Indonesia dan Iran dibangun di atas pengalaman sejarah yang sama, yakni perjuangan melawan penjajahan, intervensi asing, serta cita-cita menghadirkan dunia yang lebih adil dan bermartabat.
Di akhir pesannya, Megawati kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur damai, dialog yang adil, penghormatan terhadap hukum internasional, dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan melalui kekerasan maupun agresi bersenjata.
Ia pun menyampaikan doa bagi almarhum Ayatollah Ali Khamenei, keluarga yang ditinggalkan, para pemimpin Iran, serta seluruh rakyat negara tersebut agar diberikan kekuatan dan persatuan menghadapi masa-masa sulit.
“Selamat jalan saudaraku yang mulia, Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Kami melepas kepergianmu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” tutup Megawati.
Editor: Rasid Ahmad
