Katakata.id — Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Qupro Indonesia terus mematangkan persiapan pelaksanaan Konser Kemanusiaan Peduli Palestina dan Sumatera yang akan digelar pada Ahad, 25 Januari 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Pekanbaru. Konser amal tersebut akan dimeriahkan oleh grup musik nasional Wali Band.
Rapat progres persiapan kegiatan dipimpin langsung oleh Asisten I Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, S.STP., M.Si, dan dihadiri seluruh mitra terkait, termasuk Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru yang turut dilibatkan dalam menyukseskan acara kemanusiaan tersebut.
Masykur Tarmizi menjelaskan, pelaksanaan konser amal ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama mitra yang sejak bulan lalu telah mulai menggalang donasi.
“Harapan kami, melalui kolaborasi OPD dan mitra, donasi yang terkumpul bisa sebanyak-banyaknya untuk tujuan kemanusiaan,” ujar Masykur saat rapat di Lantai IV Kantor Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, masing-masing OPD telah diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai bidangnya. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta memastikan kebersihan area kegiatan, sementara Dinas Perhubungan dimaksimalkan untuk pengaturan lalu lintas dan penyiapan kantong-kantong parkir di sekitar lokasi acara.
“Untuk pengamanan, Satpol PP akan menurunkan personel secara maksimal di area venue. Dinas Pemadam Kebakaran juga menyiapkan armada sebagai antisipasi kebakaran, sedangkan Dinas Kesehatan menyiagakan ambulans dan tenaga medis untuk kondisi darurat,” jelasnya.
Selain itu, bagian Protokoler Pemko Pekanbaru juga ditugaskan mengatur tamu undangan serta pemasangan sarana publikasi seperti baliho dan reklame guna mendukung ekspos kegiatan.

Sementara itu, CEO Qupro Indonesia, Ali Amril, menyampaikan bahwa konser amal ini mengusung dua isu besar, yakni kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina. Menurutnya, Sumatera masih membutuhkan proses pemulihan jangka panjang pascabencana, sementara isu Palestina tetap menjadi perhatian dunia internasional.
“Kami akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat, melakukan pemasangan baliho, video tron di titik strategis, karena tidak semua masyarakat aktif di media sosial atau platform digital,” ujar Ali.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi donasi. Pihak Qupro meminta kepastian data donasi yang terkumpul dari masing-masing OPD Pemko Pekanbaru untuk disampaikan kepada publik.
Terkait perizinan dan teknis pelaksanaan, Ali menyebutkan seluruh proses tengah berjalan. Media promosi, endorse, dan konten publikasi telah disiapkan, termasuk kehadiran media nasional TvOne serta rencana peliputan media internasional Aljazeera Arabic.
“Kami akan mulai loading peralatan pada Jumat malam. Akomodasi, transportasi, dan konsumsi untuk seluruh kru juga sudah kami siapkan,” katanya.
Dalam konser tersebut, panitia juga akan membentangkan bendera Palestina dan bendera Merah Putih masing-masing sepanjang 100 meter, yang menjadi ciri khas kegiatan Qupro Indonesia di berbagai daerah.
Ali menambahkan, endorse dari Wali Band telah beredar di media sosial. Pihaknya berharap seluruh OPD Pemko Pekanbaru turut membantu memviralkan acara ini melalui kanal resmi masing-masing, termasuk dukungan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru.
“Target kami, seluruh masyarakat Pekanbaru mengetahui bahwa pada 25 Januari 2026 akan ada konser kemanusiaan ini,” ujarnya.
Selain konser musik, panitia juga menyiapkan apresiasi berupa piagam penghargaan bagi 10 sekolah terbaik yang berhasil menggalang dana terbanyak. Total donasi yang terkumpul rencananya akan diumumkan langsung pada hari pelaksanaan acara.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi aktif dalam penggalangan dana,” pungkas Ali. (Rasid Ahmad)
