Katakata.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyoroti tingginya angka inflasi di sejumlah daerah, termasuk Riau yang mencatatkan inflasi year-on-year (YoY) sebesar 4,95 persen, tertinggi kedua secara nasional. Ia meminta pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian harga, terlebih menghadapi periode akhir tahun.
Hal itu disampaikan Bima saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang turut membahas peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan evaluasi dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah. Rakor digelar secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Bima menjelaskan inflasi nasional pada Oktober 2025 berada di angka 2,86 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. Jika dibandingkan September, terjadi kenaikan 0,28 persen. Secara global, Indonesia berada di posisi 88 dari 186 negara.
Menurutnya, dinamika inflasi juga dipengaruhi kondisi global, seperti shutdown pemerintahan federal Amerika Serikat selama 43 hari, kecenderungan deflasi di Cina akibat krisis properti dan overkapasitas industri, serta kenaikan harga emas dunia.
Di dalam negeri, komoditas penyumbang inflasi month-to-month antara lain emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan wortel. Bima meminta daerah waspada karena faktor cuaca dan momentum menjelang Natal dan Tahun Baru berpotensi meningkatkan tekanan harga.
Pada kesempatan tersebut, Bima juga merinci daftar provinsi dengan inflasi tertinggi. Riau berada di posisi kedua setelah Sumatera Utara (4,97 persen), disusul Aceh (4,66 persen) dan Sumatera Barat (4,52 persen). Sementara provinsi dengan inflasi terendah adalah Papua (0,53 persen).
Untuk tingkat kabupaten/kota, beberapa daerah di Sumatera mendominasi. Di tingkat kota, Pekanbaru mencatatkan inflasi 5,01 persen, tertinggi keempat nasional, disusul Dumai (4,94 persen). Di kabupaten, Indragiri Hilir masuk lima besar inflasi tertinggi dengan 6,14 persen.
“Kerja sama dengan daerah-daerah champion itu penting untuk memperkuat langkah pengendalian,” tegas Bima.
Editor: Rasid Ahmad
Sumber: Kemendagri
