Katakata.id – Rencana pemerintah mengonversi LPG 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) belum banyak diketahui masyarakat. Di antara responden yang mengetahui rencana tersebut, lebih banyak yang menyatakan tidak setuju daripada mendukung.
Survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan, 67,3 persen responden mengaku tidak mengetahui rencana konversi LPG 3 kg ke CNG. Hanya 20,9 persen yang menyatakan mengetahui kebijakan tersebut.
Dari kelompok yang mengetahui rencana konversi, sebanyak 53,5 persen menyatakan tidak setuju, gabungan kategori kurang setuju dan sangat tidak setuju. Sementara itu, 42,4 persen menyatakan setuju.
Angka tersebut memperlihatkan dua tantangan bagi pemerintah yakni masih terbatasnya pengetahuan publik mengenai rencana kebijakan dan belum dominannya dukungan dari masyarakat yang sudah mengetahuinya.
Sebelum kebijakan diterapkan, penjelasan terbuka mengenai alasan konversi, ketersediaan infrastruktur, keamanan penggunaan, distribusi, serta dampaknya terhadap biaya energi rumah tangga menjadi penting. Terlebih, LPG 3 kg digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hasil survei ini disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, pada Senin (19/10/2026).
Survei dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan metode stratified multistage random sampling, melibatkan 1.220 responden, dan memiliki *margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(Rasid Ahmad)
