Katakata.id – Tumpukan sampah plastik yang mengapung di kawasan kerambah Waduk PLTA Koto Panjang menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak sampah plastik, baik bagi kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim dosen Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Desa Binaan DIPA Tahun 2026 menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah plastik di kawasan waduk, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Indra Suandy selaku ketua tim pengabdian, dengan melibatkan anggota tim yang terdiri dari Dr. Endang Purnawati Rahayu, Prof. Dedi Affandi, Dr. Zulmeliza Rasyid, Dr. Novita Rany, Dr. Eriyati, Adlin, M.Si., dan Rizka Aprisanti, M.Si. Aksi tersebut juga didukung mahasiswa Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Riau serta masyarakat pemilik kerambah di Waduk PLTA Koto Panjang.
Dr. Indra Suandy mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar membersihkan sampah yang mengotori waduk, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya para pemilik kerambah, untuk bersama-sama menjaga waduk tetap bersih dari sampah plastik. Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas budidaya ikan di kawasan ini,” ujarnya.
Menurutnya, sampah plastik yang terus menumpuk di perairan tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem waduk dan mengancam keberlangsungan usaha perikanan masyarakat.
Aksi gotong royong tersebut mendapat sambutan positif dari para pemilik kerambah. Mereka ikut turun langsung bersama tim pengabdian Universitas Riau mengumpulkan sampah plastik yang mengambang di sekitar kerambah dan permukaan waduk.
Salah seorang perwakilan pemilik kerambah mengaku mengapresiasi kepedulian Universitas Riau terhadap kondisi lingkungan di Waduk PLTA Koto Panjang.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Harapannya, aksi seperti ini dapat dilakukan secara berkala sehingga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke waduk semakin meningkat dan lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Riau berharap semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Upaya menjaga Waduk PLTA Koto Panjang dari pencemaran sampah plastik dinilai menjadi tanggung jawab bersama, mengingat waduk memiliki fungsi penting sebagai sumber energi, kawasan budidaya perikanan, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat sekitar.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan lingkungan di daerah.(Rilis/RSD)
