Katakata.id – Kepercayaan publik terhadap partai politik masih berada di atas kelompok yang menyatakan tidak percaya. Namun, survei Poltracking Indonesia menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara kepercayaan dan kedekatan masyarakat dengan partai politik.
Dalam survei nasional bertajuk “Membaca Peta Elektoral & Dinamika Partai Politik”, sebanyak 49,7 persen responden menyatakan percaya terhadap partai politik, yang merupakan gabungan jawaban sangat percaya dan cukup percaya. Sementara 37,1 persen menyatakan tidak percaya, terdiri atas jawaban kurang percaya dan sangat tidak percaya.
Survei tersebut dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap sekitar 1.220 responden di 38 provinsi. Poltracking menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa penerimaan terhadap keberadaan partai politik tidak otomatis berarti masyarakat merasa memiliki kedekatan dengan partai tertentu.
Jarak tersebut terlihat lebih jelas ketika responden ditanya mengenai kedekatan dengan partai politik.
Sebanyak 66,8 persen publik mengatakan tidak merasa dekat atau tidak merasa menjadi bagian dari salah satu partai politik tertentu. Sebaliknya, hanya 12,3 persen yang menyatakan merasa dekat dengan salah satu partai politik.
Di antara kelompok yang merasa dekat dengan partai politik, Gerindra paling banyak disebut, yakni 24,0 persen. Berikutnya PDIP sebesar 19,0 persen dan Golkar 15,0 persen.
Angka tersebut menggambarkan kedekatan hanya di antara responden yang sebelumnya menyatakan dirinya merasa dekat atau menjadi bagian dari partai tertentu, bukan persentase dari seluruh responden survei.
Survei tersebut juga memotret kecenderungan pilihan masyarakat dalam pemilihan legislatif.
Sebanyak 53,3 persen responden mengatakan cenderung memilih calon legislatif (caleg), sedangkan 24,7 persen lebih memilih partai politik.
Temuan ini menunjukkan bahwa dalam pertanyaan mengenai preferensi pada Pileg, pilihan terhadap figur caleg lebih banyak disebut dibandingkan pilihan terhadap partai.
Poltracking juga menemukan bahwa 57,6 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak mengenal anggota DPR RI yang mewakili daerah mereka. Hanya 26,2 persen yang mengatakan tahu atau mengenal wakilnya.
Dalam simulasi surat suara terhadap 18 partai politik, Gerindra memperoleh 23,2 persen, disusul PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
Selanjutnya, PKB memperoleh 6,2 persen, Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen. Partai lainnya berada di bawah 1 persen.
Sebanyak 25,3 persen responden dalam simulasi tersebut tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Poltracking menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan potret kondisi pada pertengahan Agustus 2026. Persepsi dan preferensi publik masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu serta langkah strategis yang dilakukan masing-masing partai politik. (Rasid Ahmad)
