Katakata.id – Seorang pekerja di lahan perkebunan, Hari Harianto (31), menjadi korban serangan Harimau Sumatera di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (21/7/2026) malam. Korban berhasil selamat setelah harimau melepaskan gigitannya akibat sorotan lampu alat berat yang dinyalakan rekan kerjanya.
Kepala Seksi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga, mengatakan korban mengalami sejumlah luka akibat serangan satwa liar tersebut.
“Korban mengalami luka cakaran pada bagian dada, belakang telinga, dan di bawah ketiak akibat serangan hewan buas harimau,” ujar Dedek, Rabu (22/7/2026).
Dedek menjelaskan, Hari Harianto merupakan pekerja helper alat berat ekskavator di area perkebunan milik perusahaan yang berada di Kampung Teluk Lanus.
Peristiwa bermula sekitar pukul 19.30 WIB ketika korban bersama dua rekannya, Rakha dan Herman, tengah beristirahat di camp pekerja. Korban kemudian keluar menuju tepi kanal yang berada tidak jauh dari camp untuk buang air besar. Kanal tersebut diketahui memang kerap digunakan para pekerja sebagai tempat mandi dan buang air.
Sekitar 10 menit kemudian, kedua rekannya mendengar teriakan minta tolong dari arah luar camp.
“Kurang lebih 10 menit setelah korban keluar dari camp, dua temannya mendengar suara korban berteriak minta tolong,” kata Dedek.
Rakha dan Herman langsung berusaha mencari sumber suara. Namun, karena kondisi sekitar gelap, mereka sempat kesulitan menemukan korban.
Herman kemudian naik ke atas alat berat ekskavator dan menyalakan lampu sorot. Dari cahaya lampu tersebut, korban terlihat sedang diseret oleh seekor Harimau Sumatera.
“Korban terlihat sedang diseret seekor harimau. Karena sorotan lampu alat berat yang cukup terang, harimau tersebut kemudian melepaskan gigitannya terhadap korban dan melarikan diri masuk ke dalam kawasan hutan,” jelas Dedek.
Setelah harimau kabur, kedua rekan korban segera melakukan penyelamatan. Hari kemudian dievakuasi menggunakan speed boat menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Karena mengalami luka yang cukup serius, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, guna menjalani perawatan lebih lanjut.
Menurut Dedek, wilayah Sungai Belat di Kampung Teluk Lanus memang masih merupakan habitat alami Harimau Sumatera. Karena itu, masyarakat maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Polsek Sungai Apit sudah melakukan koordinasi dengan tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk turun ke lokasi melakukan penanganan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera di Kabupaten Siak dalam beberapa waktu terakhir. Aparat kepolisian bersama BBKSDA Riau kini melakukan koordinasi untuk memantau keberadaan satwa dilindungi tersebut sekaligus mengambil langkah mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa.(RSD/HBN)
