Katakata.id – Ribuan jamaah memadati Hall Gedung Serba Guna Politeknik Caltex Riau (PCR), Kamis (11/6/2026). Suasana khidmat sekaligus penuh semangat terasa saat Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D hadir memberikan tausiyah dalam Tabligh Akbar yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan 25 tahun Politeknik Caltex Riau.
Mengusung tema “Berproses di Dunia, Berinvestasi untuk Akhirat”, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.700 peserta yang terdiri dari sivitas akademika PCR, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga keluarga besar kampus.
Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda utama dalam Semarak 25 Tahun PCR yang tidak hanya menandai perjalanan panjang institusi pendidikan tersebut, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah dinamika dunia pendidikan dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
Direktur PCR, Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan seperempat abad PCR yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan vokasi berkualitas.
Menurutnya, usia 25 tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi untuk melihat kembali perjalanan, capaian, dan kontribusi yang telah diberikan kampus kepada bangsa dan daerah.
“Kami sangat bersyukur dapat menghadirkan Ustaz Abdul Somad di tengah keluarga besar PCR. Kehadiran beliau menjadi energi positif bagi kami dalam menyambut usia ke-25 tahun Politeknik Caltex Riau,” ujarnya.
Dadang menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan profesional. Kampus juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, moral, dan spiritual generasi muda.
“Proses pendidikan tinggi bukan hanya mengasah intelektual, tetapi juga melakukan kalibrasi hati dan pikiran. Keberhasilan sebuah institusi tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan atau capaian akademiknya, tetapi juga dari sejauh mana institusi tersebut mampu memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai capaian yang diraih PCR selama 25 tahun terakhir tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari civitas akademika, alumni, mitra industri, hingga masyarakat.
Karena itu, melalui momentum Tabligh Akbar tersebut, PCR juga mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk memanjatkan doa agar perjalanan institusi ke depan semakin diberkahi.
“Kami berharap 25 tahun mendatang PCR menjadi institusi yang lebih baik, lebih besar, dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Dadang.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak seluruh peserta untuk memaknai kehidupan sebagai proses panjang yang tidak berhenti pada pencapaian dunia semata.
Menurutnya, kesuksesan karier, pendidikan, jabatan, maupun kekayaan hanyalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diimbangi dengan investasi amal sebagai bekal kehidupan akhirat.
Dengan gaya khas yang lugas, diselingi humor dan berbagai kisah inspiratif, UAS mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan, profesi, dan teknologi yang ditekuni saat ini akan menjadi lebih bernilai apabila digunakan untuk memberikan manfaat kepada sesama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan-pesan tersebut sejalan dengan tema yang diusung dalam kegiatan, yakni mengajak setiap individu untuk terus berproses, berkarya, dan berkontribusi di dunia tanpa melupakan tujuan akhir kehidupan.
Tabligh Akbar berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk hingga akhir kegiatan.
Melalui kegiatan ini, PCR berharap tidak hanya mempererat silaturahmi antarwarga kampus, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dalam membangun institusi pendidikan yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di usia ke-25 tahun, PCR tidak hanya merayakan perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh menjadi kampus yang melahirkan insan-insan cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (RLS/SID)
