Katakata.id – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu korupsi di Provinsi Riau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih segar dan menyentuh. Melalui Movie Day Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, KPK mengajak masyarakat—terutama generasi muda—belajar tentang integritas lewat bahasa yang dekat: film.
Digelar di tiga wilayah, yakni Pekanbaru, Rengat, dan Kampar pada 17–19 April 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi KPK untuk memperluas edukasi antikorupsi melalui medium kreatif yang lebih emosional dan kontekstual.
Koordinator Program ACFFEST, Epi Handayani, menegaskan bahwa film memiliki kekuatan unik dalam menyampaikan pesan sosial. Berbicara saat pembukaan roadshow di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Jumat (17/4), ia menyebut bahwa sinema mampu menghadirkan realitas kehidupan secara lebih dekat dan menggugah kesadaran kritis penonton.
Mengusung tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga!”, ACFFEST yang kini memasuki tahun ke-12 tak hanya menjadi ajang apresiasi karya film, tetapi juga ruang edukasi berkelanjutan. KPK, kata Epi, ingin memastikan bahwa pesan antikorupsi tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Partisipasi publik sangat penting. Karena itu kami mendorong keterlibatan komunitas, pelajar, hingga pegiat film lokal agar gerakan ini terus hidup,” ujarnya melansir situs resmi KPK, Senin (20/4/2026).
Sejumlah film pendek yang sarat pesan integritas turut diputar dalam kegiatan ini, seperti Pirates of Sepuluh Ribuan, Dompet Imajinasi, Jimpitan, dan Balik Nama. Film-film tersebut mengangkat kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat, namun menyimpan pesan kuat tentang kejujuran dan tanggung jawab.
Tak hanya menonton, pengunjung juga diajak berdiskusi dalam forum interaktif bersama narasumber. Dialog ini menjadi jembatan antara pesan film dan realitas sosial, membuka ruang refleksi sekaligus memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya integritas.
Suasana semakin hidup dengan penampilan Suwang Project yang turut meramaikan kegiatan. Perpaduan seni, diskusi, dan film menjadikan ACFFEST bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman yang membekas.
Komunitas Film Pekanbaru (Komfek Pictures) pun menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai film sebagai media kampanye yang efektif karena mampu menyampaikan pesan secara lebih dekat dan mudah diterima, khususnya oleh generasi muda.
Melalui ACFFEST 2026, KPK bersama komunitas film berharap lahir lebih banyak individu yang tidak hanya paham tentang bahaya korupsi, tetapi juga berani menolak dan melawannya. Dari layar lebar, kesadaran itu diharapkan tumbuh—menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: kpk.go.id
Editor: Rasid Ahmad
