Katakata.id – Suasana berbeda tampak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (17/04/2026). Lapangan olahraga yang biasanya digunakan untuk aktivitas rutin, hari itu dipenuhi semangat dan keceriaan dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) Tahun 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini dibuka dengan defile peserta. Barisan warga binaan tampil rapi dan penuh antusias, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat. Sorak sorai dukungan dari sesama peserta menambah kemeriahan suasana, menjadikan momen pembukaan terasa hangat dan penuh energi positif.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Porsenap bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan yang memiliki makna penting bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan sportivitas, kedisiplinan, serta memberi ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya secara positif,” ujarnya.
Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, pelepasan balon dilakukan oleh Kepala Lapas bersama jajaran pejabat struktural. Balon-balon yang terbang ke udara seolah menjadi simbol harapan baru, semangat, dan optimisme bagi seluruh peserta.
Tahun ini, Porsenap hadir dengan lebih banyak cabang perlombaan. Selain olahraga seperti futsal, bola voli, tenis meja, badminton, sepak takraw, dan biliar, berbagai lomba seni juga digelar untuk menggali potensi warga binaan. Mulai dari catur, domino, stand up comedy, hingga penampilan cheerleader, gravity, dan band, semuanya menjadi wadah ekspresi yang dinantikan.
Tak hanya menghadirkan kompetisi, Porsenap juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga binaan. Di balik tembok pembatas, kegiatan ini menghadirkan ruang kebebasan berekspresi, membangun rasa percaya diri, sekaligus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Melalui Porsenap 2026, Lapas Pekanbaru berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan kebugaran fisik, tetapi juga pengalaman berharga dalam mengembangkan diri. Semangat sportivitas dan kreativitas yang tumbuh diharapkan menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat.(RSD/HBN)
