Katakata.id – Di saat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid tiba di Pekanbaru setelah dipindahkan penahanannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto justru terpantau berada di bandara dan melakukan perjalanan ke Jakarta pada hari yang sama, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan data penerbangan yang beredar, SF Hariyanto diketahui menggunakan maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-913 dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pukul 13.15 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB.
Keberangkatan ini memunculkan perhatian karena dalam agenda resmi protokol Pemerintah Provinsi Riau pada hari itu tidak tercantum jadwal perjalanan dinas SF Hariyanto ke Jakarta. Namun faktanya, ia terlihat berada di bandara dan berangkat ke ibu kota pada siang hari, beberapa jam setelah Abdul Wahid tiba di Pekanbaru dan langsung digiring menuju rumah tahanan.
Sebagaimana diketahui, kedatangan Abdul Wahid ke Pekanbaru merupakan bagian dari proses pelimpahan perkara setelah penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjeratnya dinyatakan lengkap oleh KPK. Ia bersama dua tersangka lain kemudian dibawa menuju Rutan Kelas I Pekanbaru untuk menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi politik di kalangan pengamat dan sumber internal pemerintahan daerah. Dalam dinamika politik Riau belakangan ini, nama SF Hariyanto juga kerap disebut dalam sejumlah isu yang berkembang seiring kasus yang menjerat Abdul Wahid.
Sejumlah sumber menyebutkan keberangkatan mendadak SF Hariyanto ke Jakarta diduga untuk menemui pihak tertentu di lingkungan aparat penegak hukum. Pertemuan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan konsultasi mengenai situasi politik serta masa depan kariernya di tengah dinamika hukum yang berkembang.
Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari SF Hariyanto maupun pihak Pemerintah Provinsi Riau terkait tujuan keberangkatan tersebut. Pihak protokol Pemprov Riau juga belum memberikan penjelasan mengenai perjalanan yang tidak tercantum dalam agenda resmi tersebut. (RSD/Radar Indomedia)
