Katakata.id – Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan International Class Program yang telah memasuki pekan ke-9.
Pada kesempatan kali ini, kegiatan menghadirkan Prof. Ibrahim, M.Si., Rektor Universitas Bangka Belitung, sebagai narasumber dengan topik menarik berjudul “Institutionalization of Eurasia Identity Hybridity.”
Acara yang berlangsung di Ruang Akustik, Gedung Timah 1 UBB, pada Kamis (16/10/2025) dihadiri oleh mahasiswa kelas internasional serta dosen pengampu mata kuliah Eurasia and Contemporary Global Politics.
Dalam pemaparannya, Prof. Ibrahim menyoroti bagaimana identitas Eurasia terbentuk melalui proses panjang interaksi sosial, ekonomi, dan budaya antarbangsa.
“Multikulturalisme tidak pernah bersifat homogen. Identitas manusia terbentuk dari dua hal: faktor primordial yang melekat sejak lahir, dan faktor sosial yang tumbuh melalui pilihan, ideologi, serta lingkungan,” jelas Prof. Ibrahim dalam paparannya.
Dia juga menjelaskan fenomena globalisasi dan glokalisasi, di mana identitas lokal dan global saling berkelindan dalam konteks pertukaran budaya dan ekonomi. Menurutnya, produk seperti Indomie, Kopiko, dan Tolak Angin menjadi simbol pertukaran budaya dan kekuatan ekonomi Indonesia di kancah global, sejajar dengan fenomena counter-culture seperti munculnya produk lokal tandingan KFC atau Starbucks di berbagai negara.
Selain itu, Prof. Ibrahim memaparkan lima model multikulturalisme — isolasionis, akomodatif, otonom, interaktif, dan kosmopolitan — yang mencerminkan dinamika hubungan sosial di kawasan Eurasia.
Dia juga menyoroti tantangan global seperti ekstremisme, ketimpangan ekonomi, dan perubahan lanskap politik dunia yang memengaruhi hibriditas identitas di kawasan tersebut.
Diakhir sesi, Prof. Ibrahim mengajak peserta untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah.
“Tuhan bisa saja menjadikan manusia seragam, tetapi Ia memilih menjadikan kita berbeda. Karena itu, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kemakmuran bersama,” tegasnya.
Acara ditutup dengan sesi kuis interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Beberapa mahasiswa yang memberikan jawaban terbaik mendapatkan hadiah langsung dari Prof. Ibrahim sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan International Class Program ini merupakan bagian dari upaya Jurusan Ilmu Politik UBB dalam memperluas wawasan global mahasiswa melalui dialog lintas budaya dan akademik, bekerja sama dengan Eurasia Foundation Japan.(Rls/RA)
