Katakata.id – HIPKA Riau menggelar kegiatan Dialog Business Talk Ramadan Series 1447 Hijriah bertajuk “Konsolidasi Pengusaha HIPKA Riau Membangun Mesin Ekonomi Baru Daerah dengan Semangat Kolaborasi, Digitalisasi, dan Menuju Akses Pasar Nasional” di Ruang Pelalawan, Hotel Tjokro Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha yang tergabung dalam HIPKA Riau untuk memperkuat sinergi, memperluas jaringan, serta mendorong transformasi digital UMKM agar mampu menembus pasar nasional.
Sebelum pelaksanaan Business Talk, BPW HIPKA Riau menyerahkan bantuan modal kepada UMKM pemula ASA Coffee Kopi Susu Gula Aren milik Muhammad Alif sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pelaku usaha dari akar rumput.
Dorong Semangat Tumbuh Bersama
Ketua Umum BPW HIPKA Riau, Ary Nugraha, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun kekuatan ekonomi daerah.
“Kita harus punya semangat tumbuh bersama, semangat berkolaborasi dan semangat membangun ekonomi Riau. Kita bukan hanya kumpulan pengusaha, tapi keluarga besar yang saling menguatkan. Yang satu punya pasar, yang satu punya produk, yang lain punya pengalaman dan semangat. Kalau ini disatukan, Insya Allah kita bisa jadi mesin ekonomi baru di daerah Riau,” ujarnya.
Ary menekankan bahwa kekuatan HIPKA bukan diukur dari besarnya usaha anggota, melainkan dari kekuatan kebersamaan.
“Pengusaha yang berjalan sendiri bisa saja cepat, tapi pengusaha yang berjalan bersama bisa berjalan jauh,” tegasnya.
Ia juga menyebut HIPKA Riau tengah mengorkestrasi lahirnya “kreator-kreator ekonomi” dari akar rumput, dengan memaksimalkan potensi produk sekaligus memperkuat sektor digitalisasi untuk membantu UMKM berkembang.
Perluasan Akses Pasar Melalui Digitalisasi
Wakil Ketua BPW HIPKA Riau, Indah Septiani, mengatakan pihaknya terus mendorong promosi produk UMKM melalui media sosial dan marketplace sebagai strategi memperluas akses pasar.
“Digitalisasi memungkinkan produk lokal seperti kuliner, kerajinan, dan batik dijangkau konsumen di seluruh Indonesia. Melalui marketplace dan media sosial, pasar tidak lagi terbatas pada pembeli fisik,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi pemasaran dan promosi silang bersama pelaku usaha lain maupun influencer lokal menjadi kunci percepatan brand awareness UMKM.
“Jika UMKM lokal berkembang, tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Direktur PT SPR Trada BUMD Riau, Tata Haira, menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengembangkan usaha, sekecil apa pun skalanya.
“Semua orang bicara tentang UMKM. Di HIPKA ini kita ingin menjadi pengusaha yang terintegrasi. Walaupun bisnis kecil, kita harus tetap profesional, punya rencana bisnis dan studi kelayakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa BUMD harus mampu menjadi garda terdepan sekaligus pilot project dalam mendorong pengembangan usaha yang terukur dan sesuai koridor aturan.
Konsolidasi dan Sinergi Nasional
Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPKA, Kamrussamad, dalam keynote address-nya menyampaikan bahwa membangun mesin ekonomi baru di daerah membutuhkan sinergi semua pihak.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengkonsolidasi potensi pengusaha HIPKA sekaligus mengakselerasi UMKM di Riau dan membuka perluasan akses pasar agar produk-produk UMKM meraih omzet lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengajak pengusaha HIPKA untuk membangun kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk pemerintah, agar usaha yang dijalankan mampu tumbuh dan membuka lapangan kerja baru.
Kegiatan ini turut menghadirkan Anggota DPD RI Dapil Riau Arif Eka Saputra serta dipandu oleh host Aang Ananda S. Business Talk Ramadan Series 1447 H ini menjadi penegas komitmen HIPKA Riau dalam menghadirkan gerakan nyata membangun ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan digitalisasi. (Rasid Ahmad)
