Katakata.id – Peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak sekadar menjadi perayaan sejarah, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong lahirnya ekonomi budaya yang berkelanjutan di Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Fadli Zon, perayaan seabad ikon Kota Bukittinggi itu dirancang lebih dari sekadar seremoni. Berbagai kegiatan budaya, intelektual, dan kreatif digelar untuk memperkaya ruang kebudayaan sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
Mulai dari seminar nasional dan internasional, festival film, kegiatan sastra, diskusi intelektual, program lingkungan, pertunjukan seni, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang berlangsung sepanjang tahun.
“Semoga momentum 100 Tahun Jam Gadang mampu mempercepat terciptanya ekonomi budaya yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat, sehingga Bukittinggi dapat tumbuh sebagai pusat dan episentrum ekonomi budaya di Sumatera Barat,” ujar Fadli Zon.
Ia menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif, pariwisata, seni, dan berbagai aktivitas budaya lainnya.
Bagi Fadli Zon, Jam Gadang bukan hanya sebuah bangunan bersejarah yang menjadi simbol Kota Bukittinggi. Menara jam yang telah berdiri selama satu abad itu merupakan saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia.
“Ketika kita menyebut Jam Gadang, yang terbayang bukan sekadar sebuah menara jam yang menjadi ikon Kota Bukittinggi. Lebih dari itu, Jam Gadang adalah saksi perjalanan panjang sejarah bangsa,” katanya.
Ia menjelaskan, Jam Gadang telah melewati berbagai fase penting perjalanan Indonesia, mulai dari masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga era pembangunan nasional yang terus berlangsung hingga saat ini.
Karena itu, peringatan 100 tahun Jam Gadang dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kesadaran sejarah sekaligus membangun optimisme masa depan yang berakar pada kekayaan budaya bangsa.
Dalam rangkaian perayaan tersebut, Kementerian Kebudayaan turut ambil bagian melalui berbagai program pendukung. Di antaranya penyelenggaraan seminar nasional dan internasional, dukungan terhadap festival film melalui Bukittinggi East Film Festival, serta publikasi dan diseminasi informasi budaya melalui Balai Media Kebudayaan.
“Kementerian Kebudayaan turut berbahagia dapat menjadi bagian dari peristiwa bersejarah ini,” ujar Fadli.
Ia berharap peringatan seabad Jam Gadang dapat menjadi momentum kolektif untuk memperkokoh identitas budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan sejarah Indonesia.
“Mari kita jadikan peringatan 100 Tahun Jam Gadang sebagai momentum untuk memperkuat kebanggaan terhadap sejarah bangsa, memperkokoh identitas budaya, dan membangun masa depan Indonesia yang berakar kuat pada kebudayaannya,” ajaknya.
Pada malam puncak rangkaian kegiatan bertajuk Sabudaya 100 Tahun Jam Gadang Cultural Night, sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir memeriahkan perayaan tersebut.
Di antaranya Meutia Hatta, Gemala Hatta, keluarga Syafruddin Prawiranegara, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Anggota DPR RI Ade Rizki Pratama, serta Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.
Dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif, peringatan 100 Tahun Jam Gadang diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan Bukittinggi sebagai pusat kebudayaan dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat.
Editor: Rasid Ahmad
