Katakata.id – Kesabaran atlet dan pelatih National Paralympic Committee (NPC) Riau kembali diuji. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, sisa bonus prestasi atlet dan pelatih pada ajang Peparnas 2024 belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah.
Kondisi tersebut mendorong pengurus NPC Riau bersama sejumlah atlet dan pelatih mendatangi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, Senin (8/6/2026), untuk meminta kejelasan terkait nasib bonus yang selama ini mereka tunggu.
Bagi para atlet, bonus bukan sekadar penghargaan atas perjuangan mengharumkan nama daerah. Di balik pencairan yang terus tertunda, tersimpan harapan banyak keluarga yang menggantungkan kebutuhan hidup dari hak yang seharusnya mereka terima.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua MPC NPC Provinsi Riau, Indra Warman, mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian kapan sisa bonus tersebut akan dicairkan.
“Secara pribadi saya belum memiliki jawaban pasti. Karena itu kami datang bersama beberapa atlet dan pelatih untuk mempertanyakan langsung kepada Dispora mengenai kapan bonus Peparnas 2024 akan dibayarkan,” ujarnya.
Indra menegaskan, NPC tidak memiliki kewenangan dalam urusan pencairan bonus. Organisasi hanya berperan sebagai pendamping dan penyambung aspirasi atlet kepada pemerintah.
“Masalah bonus adalah kewenangan Dispora. Kami hadir untuk memperjuangkan hak atlet dan pelatih agar mendapatkan kejelasan,” katanya.
Menurutnya, penantian yang berkepanjangan telah menimbulkan keresahan di kalangan atlet. Tidak hanya para peraih prestasi, keluarga mereka juga terus menunggu realisasi bonus yang telah dijanjikan.
“Yang menunggu bukan hanya atlet dan official, tetapi juga keluarga mereka. Ini sangat dinantikan karena menyangkut hak dan harapan banyak orang,” ungkap Indra.
Ia memahami kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan. Namun demikian, pihaknya berharap komitmen yang pernah disampaikan pemerintah dapat direalisasikan.
Pasalnya, jadwal pencairan bonus sudah beberapa kali bergeser. Awalnya dijanjikan pada Maret 2026, kemudian mundur ke April, bahkan sempat disebut akan dibayarkan pada September. Belakangan muncul informasi pengajuan pencairan dilakukan pada Juli mendatang.
“Dulu dijanjikan Maret, lalu April, kemudian September. Terakhir ada rencana pengajuan pada Juli. Kami berharap kali ini benar-benar terealisasi,” katanya.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian atlet-atlet Riau yang saat ini sedang mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Mereka disebut terus mempertanyakan hak yang belum diterima, baik bonus maupun gaji.
“Atlet yang sedang Pelatnas juga sering menghubungi kami. Mereka menanyakan bonus dan hak-hak lainnya. Sebagai pengurus, kami hanya bisa membantu memperjuangkan semampu kami,” ujar Indra.
NPC Riau berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian agar polemik ini tidak terus berlarut. Menurut mereka, penghargaan terhadap atlet tidak hanya diwujudkan melalui ucapan selamat atas prestasi, tetapi juga melalui pemenuhan hak yang telah dijanjikan.
Jika persoalan tersebut belum menemukan titik terang, NPC Riau membuka kemungkinan untuk melanjutkan komunikasi dengan Sekretaris Daerah maupun DPRD Riau.
“Kalau belum ada solusi, kami akan mencoba berkomunikasi dengan Sekda atau DPRD. Semua dilakukan secara baik-baik dan melalui jalur yang benar,” tegasnya.
Bagi para atlet disabilitas yang telah berjuang membawa nama Riau di panggung nasional, yang mereka tuntut hari ini bukanlah hadiah baru. Mereka hanya menunggu janji yang belum kunjung ditepati. Sebab bagi seorang atlet, penghargaan terbesar bukan hanya tepuk tangan saat meraih medali, melainkan ketika negara dan daerah hadir memenuhi hak atas prestasi yang telah diperjuangkan.(RSD/DED)
