Katakata.id – Di bawah terik matahari, dentuman palu dan deru mesin las menjadi penanda harapan baru bagi warga Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Memasuki hari keempat, renovasi jembatan gantung yang dilakukan Polda Riau menunjukkan progres signifikan.
Bagi warga Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur, jembatan gantung tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung. Ia menjadi akses vital yang menghubungkan dua desa, jalur anak-anak menuju sekolah, sekaligus urat nadi perekonomian warga, khususnya para petani.
Sebelumnya, kondisi jembatan yang mulai rapuh dan bergoyang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kini, jembatan tersebut tengah direnovasi secara menyeluruh oleh tim dari Polres Kuantan Singingi bersama tenaga teknis, dengan memastikan kekuatan lantai dan sling baja mampu menopang beban secara lebih aman.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, pada hari keempat ini pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi telah memasuki tahap pembongkaran lantai jembatan lama, pembongkaran sling, serta pemboran besi UNP untuk gelagar. Progres fisik berjalan sesuai dengan rencana yang telah kita susun bersama,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur yang turut membantu proses renovasi.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dan para teknisi yang bersama-sama bekerja dengan penuh semangat. Ini bukan hanya pembangunan fisik jembatan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian,” tambahnya.
AKBP Hidayat berharap, setelah rampung, Jembatan Merah Putih Presisi dapat memperlancar aktivitas warga, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.
Pembangunan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga selesai, dengan komitmen menjaga kualitas dan ketahanan jembatan sebagai akses penyeberangan yang aman dan layak bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi.(HBN/RSD)
