Lebih Dari Sekadar Kata
Ilustrasi Kantor pusat DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta. (Wikipedia)

Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Menunjukkan Trend Penurunan Dua Tahun Terakhir

Katakata.id – Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei bertema ‘Evaluasi Publik atas Kinerja Pemerintah, Prospek Partai Politik dan Calon Presiden 2024‘. Dalam survei itu disebutkan bahwa PDIP masih menduduki urutan pertama dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan partai lainnya dengan perolehan 23,7 persen.

Tetapi, meskipun masih menduduki urutan teratas, elektabilitas PDIP menunjukkan tren penurunan. Turunnya elektabilitas PDIP tak lepas dari dampak turunnya tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Joko Widodo.

“Saya sampaikan bahwa approval Presiden Jokowi turun. Pertanyaannya, apakah ada dampak terhadap elektabilitas partai? Kita punya pola ketika approval Pak Jokowi turun yang paling terdampak adalah PDIP dan datanya mengatakan demikian,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dikutip dari Kanal Youtube Indikator Politik Indonesia, Selasa 26 April 2022.

Menurut Burhanuddin, elektabilitas PDIP terendah dalam dua tahun terakhir. Jika ditarik lebih jauh, penyebab kepuasan publik terhadap Jokowi yang menurun itu lebih dipengaruhi adanya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng belakangan ini.

“Jadi per Februari 2020 sampai April 2022, sekarang ini elektabilitas PDIP paling rendah karena memang approval Presiden Jokowi ya, memang relatif rendah di bulan April ini karena minyak goreng,” ucapnya.

Jadi menurutnya, minyak goreng ini jangan under estimate, jangan pernah menganggap rendah minyak goreng. Minyak goreng memang terkesan sederhana tetapi efeknya luar biasa terhadap perpolitikan nasional,” tuturnya.

Parpol lainnya di bawah PDIP, ada Partai Gerindra dengan perolehan 11,4 persen, Partai Golkar dengan angka 10,9 persen, kemudian PKB dengan angka 9,8 persen. Setelah itu, ada Partai Demokrat di bawahnya dengan angka 9,1 persen.

Kemudian di bawah Demokrat ada PKS yang berada di posisi keenam dengan angka 5,5 persen, kemudian Nasdem 3,9 persen, PPP dengan 3,3 persen, Perindo dengan 2,2 persen, PAN dengan 1,1 persen. Sementara setelah PAN diisi oleh parpol lain yang memiliki elektabilitas di bawah 1 persen.

Survei Indikator Politik ini dilakukan dengan wawancara secara tatap muka pada 14-19 April 2022. Ada sebanyak 1.220 responden yang dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling.

Responden merupakan warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilu. Survei itu memiliki margin of error ± 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

KPU Riau Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Pemilih Perempuan dan Disabilitas

rasid

Perjalanan berdarah – darah , Afghanistan mengklaim bahwa mereka sudah merdeka seutuhnya

rasid

Bawaslu di Daerah Harus Mengencangkan Kerja Kerja Pengawasan Pemilu

rasid