Lebih Dari Sekadar Kata

Diskominfotik Riau ingatkan dampak berita hoaks

Katakata.id – Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Riau mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita soal Covid-19 yang diragukan kebenarannya.

Sebab saat ini banyak sekali berita bohong atau hoaks yang tersebar di media sosial.

Berita hoaks ini pun semakin membuat masyarakat tidak percaya dengan adanya Covid-19. termasuk juga soal vaksinasi.

“Masyarakat kami minta agar jangan mudah percaya dengan berita atau link berita yang dishare ke masyarakat, ini harus dicek dulu, apakah berita ini benar, atau hoaks,” kata Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfotik Riau, Raja Hendra Saputra saat dikonfirmasi Selasa (13/7/2021) malam.

“Kita terus mensosialisasikan kepada masyarakat jangan mudah percaya hoaks, kita menggunakan beberapa platform dengan mencantumkan link berita hoaks supaya diketahui masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI sejak Pandemi Covid-19 berlangsung di tanah air tercatat sudah ada sebanyak 3.777 laporan hoaks soal Covid-19.

Isu hoaks soal Covid-19 ini disebarkan melalui beberapa platform media sosial. diantaranya facebook sebanyak 3.155 laporan, Instagram 26 laporan, Twitter 547 laporan dan Youtube 49 laporan.

Sedangkan untuk konten hoaks soal vaksin Covid-19 jumlahnya sebanyak 1.810 laporan yang disebarkan melalui platform Facebook sebanyak 1.647 laporan, Instagram 11 laporan, twitter 96 laporan, Youtube 41 laporan dan Tiktok 15 laporan.

Kenapa banyak orang mudah termakan hoaks dan berita sesat ?

Dosen Psikologi Media Universitas Indonesia, Laras Sekarasih PhD menjelaskan,” orang lebih cenderung percaya hoaks jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. misal, seseorang memang sudah setuju terhadap kelompok tertentu, produk atau kebijakan tertentu. ketika ada informasi yang dapat mengafirmasi opini dan sikapnya tersebut maka ia mudah percaya. demikian pula sebaliknya,” jelasnya.

Penetrasi internet yang tinggi di Indonesia tidak diimbangi dengan kemampuan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di internet. artinya, ada banyak orang Indonesia berkerumun di internet (lebih dari separuh populasi) dan terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi yang memadai.

Selain itu kita juga mesti membedakan Misinformasi dan Disinformasi. secara umum Misinformasi adalah informasi yang salah, namun orang yang membagikannya percaya itu benar. sedangkan Disinformasi adalah informasi yang salah dan orang yang membagikannya tahu itu salah ini disengaja.

Ada 7 macam Disinformasi

  1. Satire

Satire ini biasanya lucu-lucuan. tidak ada niat untuk menyakiti, tapi berpotensi membodohi

  1. Konten menyesatkan (misleading)

Konten sengaja dibuat menyesatkan untuk membingkai sebuah isu atau menyerang individu. dengan kata lain beritanya dipelintir.

  1. Konten aspal
  2. Konten pabrikasi
  3. Gak nyambung
  4. Konteksnya salah
  5. Konten Manipulatif

7 alasan dibalik Dis – Misinformasi

  1. Jurnalisme lemah
  2. Buat lucu-lucuan
  3. Sengaja membuat provokasi
  4. Partisanship
  5. Cari duit (clickbait-iklan)
  6. Gerakan politik
  7. Propaganda

Salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs abal-abal yang memproduksi informasi semata-mata demi uang.

Cara mengidentifikasi berita palsu sebagai berikut :

  1. Cek alamat situsnya
  2. Cek detail visual
  3. Waspada jika terlalu banyak iklan
  4. Bandingkan ciri – ciri pakem media mainstream
  5. Cek about us
  6. Waspada dengan judul – judul sensasional
  7. Cek berita ke situs mainstream
  8. Cek Google Reverse Image Search pada foto utama

Salah satu ciri situs penyebar Misinformasi dan Disinformasi adalah mencuri konten dari situs lain. oleh karena itu penting untuk memverifikasi apakah konten pada sebuah situs asli atau tidak.

Sudah saatnya kita mesti menganalisa secara jernih setiap berita yang ingin kita bagikan melalui laman media sosial agar kita terhindar dari berita – berita hoaks. karena akhir – akhir ini penyebaran berita hoaks marak dilakukan masyarakat yang minim akan literasi media.

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Gubri Tinjau Infrastruktur Pembangunan 4 Kabupaten Kota di Riau

rasid

Indonesia kini berada di puncak daftar kematian Covid-19 tertinggi dunia

admin

Bulog Riau Kepri salurkan beras untuk 12 Kabupaten Kota

rasid