Lebih Dari Sekadar Kata
Pengamat Politik dan Pemerintahan Riau, Agung Wicaksono [Foto : istimewa]

Ketua PPI Hungaria ini ternyata pemuda kelahiran Pekanbaru

KataKata.id – Agung Wicaksono namanya. pria asal Pekanbaru, Riau ini berhasil berkuliah di Universitas bergengsi di Hungaria. itu dia dapatkan melalui proses yang cukup panjang. kuliah S3 di kampus Student di Corvinus University Of Budapest membuat Agung bangga karena satu-satunya orang kelahiran Pekanbaru yang bisa kuliah di sana. biaya kuliahnya ditanggung oleh Pemerintah Hungaria.

“Untuk biaya saya kuliah di sini itu tidak ditanggung APBN atau APBD. ditanggung oleh pemerintah Hungaria. bisa berkuliah di sini saya menjalani proses seperti biasa. ada buka beasiswa saya mendaftar ke hungaria lalu diterima dan berkuliah seperti biasa. ada 100 orang yang mengikuti seleksi pada waktu itu,” katanya saat bercerita kepada awak media kataKata melalui sambungan telepon, Senin (26/7/2021).

Agung bercerita proses dia bisa berkuliah di sana. dia masuk dengan menggunakan Beasiswa Stipendium Hungaricum. rentang November hingga Januari pembukaannya pada waktu itu.

“Dokumen wajib adalah persyaratan ielts atau TOEFL pada level minimal intermediete atau B2. kemudian saya juga mesti membuat proposal riset dan Surat dukungan dari calon supervisor, prosesnya itu berkisar 6 bulan. Untuk seleksi pertama nominasi dari Dikti sebagai sending partner,” jelasnya.

Agung menghabiskan masa kecilnya di Kota Pekanbaru, Riau. sebelum menempuh kuliah S3 di Hungaria, dia merupakan lulusan S1 Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Departemen Politik dan Pemerintahan sedangkan S2 nya, lulusan jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik UGM.

“Sejak SMA saya memang sudah bergelut di dunia organisasi seperti OSIS. masuk ke UGM pun saya pernah terjun di dunia organisasi .

Selama menjadi mahasiswa UGM, dia pernah menjadi pengurus senat mahasiswa UGM pada tahun 2014 dan pernah mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa UGM namun waktu itu belum diberikan kesempatan untuk memimpin Universitas terkemuka di Indonesia itu.

“di luar UGM saya juga aktif di organisasi terbesar di Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fisipol UGM pada waktu saya masih Mahasiswa S1,” ujarnya.

“Kalau untuk saat ini diberikan kepercayaan oleh teman – teman menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk Hungaria,” ungkapnya.

Situasi pandemi covid-19 pun sempat dia rasakan selama berada berkuliah dan beraktivitas di sana.

“di sini sempat saya merasakan pandemi covid-19. pada saat itu kondisi kasus terkonfimasi terinfeksi covid sangat tinggi. namun saat ini sudah bisa lepas masker. karena Hungaria berhasil menekan angka kasus covid-19 karena vaksinasi di sini berjalan dengan baik dan cepat,” terang Agung.

Selain berkuliah di sana Agung juga menyampaikan kritik terkait minimnya putra putri daerah yang duduk di posisi strategis di tingkat nasional.

“kebanyakan distribusi tokoh nasional itu berasal dari Sumatra Selatan, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Riau minim sekali. dahulu kita ada almarhum Syarwan Hamid dan terakhir Lukman Edy sebagai menteri di era kepemimpinan pemerintahan yang berbeda,” ungkapnya.

“Orang Riau hanya hebat di tingkat lokal saja tetapi tidak tampak kiprahnya ditingkat nasional,” sambungnya.

Pada masa depan Agung berharap ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Riau agar Putra Putri dari Riau bisa bersaing di level Nasional bahkan Internasional.

“Saya rasa itu bisa tercapai dan optimis saja, jika Sumber Daya Manusia di Riau terkelola dengan baik,” ujarnya.

Saat ini sangat banyak beasiswa untuk Studi di Luar negeri di berbagai Negara. Itu harus dimaksimalkan dengan baik oleh Pemuda Pemudi Riau sebagai sarana melanjutkan Studi di Luar Negeri dengan biaya gratis atau dibiayai oleh Negara tempat kita melanjutkan belajar .

Salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan adalah kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni agar bisa memenuhi syarat dari beasiswa yang disediakan oleh kampus bergengsi di Luar Negeri tersebut.

Ketika ditanya apa cita – cita anda sampai – sampai harus menempuh kuliah S3 di luar negeri.

“Cita-cita saya sederhana menjadi akademisi yang berkontribusi untuk pembangunan Riau ke depan. itu saja jadi tak ada yang lain, “pungkasnya.

Sebelumnya, Agung selama di Pekanbaru merupakan Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Riau.

“Sampai dengan saat ini saya masih terdaftar sebagai dosen. karena sedang menempuh kuliah S3 ini bisa dibilang sebagai tugas belajar juga,” tuturnya.

Saat ini sambil kuliah S3 dia juga mendapat kepercayaan oleh teman – temannya dipilih menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Hungaria. menjabat dari tahun 2021 hingga 2022.

Sisi lain yang menarik dari Pemerhati Politik dan Kebijakan Lingkungan ini adalah usia 23 tahun dia sudah menjadi dosen di kampus Universitas Islam Riau. saat mau mulai berangkat berkuliah S3, dia baru menginjak usia 25 tahun meninggalkan Pekanbaru dan kampus tempat dia sehari – hari menjadi pengajar.

Saat ini Agung tinggal di Budapest bersama keluarga kecilnya.

Dikutip dari Corvinus, Corvinus University adalah lembaga pendidikan paling terkemuka di Hongaria di bidang Ekonomi, Manajemen, dan Ilmu Sosial. Pendidikan tingkat universitas, seperti halnya di negara-negara paling maju di dunia, dimulai di Budapest pada tahun 1920-an di Fakultas Ekonomi Universitas Sains Kerajaan Hongaria.

Kami percaya pada pembangunan berkelanjutan. Kita seharusnya tidak puas dengan hasil yang telah dicapai sejauh ini. Oleh karena itu diputuskan bahwa mulai Juli 2019 Corvinus akan dikelola oleh yayasan Negara bukan oleh Negara itu sendiri.

Meskipun model ini memungkinkan operasi yang lebih fleksibel, model ini juga memastikan perencanaan jangka panjang dan dapat diprediksi. Tujuan kami cukup ambisius: untuk berubah menjadi universitas internasional, menjadi lembaga terkemuka Eropa Tengah di bidang ekonomi, manajemen, dan ilmu sosial pada tahun 2030.

Penulis : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Jenewar: Pemimpin harus memiliki ketegasan

admin

Rahmat: Harus berani mengkritik dan menegakkan keadilan

admin

Maria Ressa, Jurnalis Filipina pemenang Nobel terkenal sebagai pembela kebebasan

rasid