Lebih Dari Sekadar Kata

Deny Rendra : Berorganisasi bisa mengembangkan Soft Skill

Katakata.id – Dalam berkiprah dirinya jarang dihadapkan pada kendala berarti. Semua mampu ia jalani dengan lancar dan bisa dikatakan mulus. Semua diakuinya tak lepas dari keseriusannya berorganisasi semasa kuliah. Termasuk karirnya sebagai Asisten Ombudsman RI Perwakilan Riau saat ini yang mampu ia dapatkan berkat pengalaman organisasi tersebut.

Dulunya ia mengaku aktif dalam organisasi internal dan eksternal  kampus. Dirinya sibuk menjadi penggerak berbagai organisasi. Disana ia merasa sangat nyaman dan dapat banyak pengalaman. Khususnya dalam mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan percaya diri.

“Terasa sekali manfaat dari berorganisasi saat berada dikampus. Disaat orang lain hanya memiliki kemampuan akademik, kita menjadi memiliki nilai plus yakni soft skiils. ini yang justru lebih banyak dimanfaatkan di dunia kerja,” pungkasnya yang dulu aktif sebagai Wakil Bupati Himip Fisip Unri, Sekum HMI Cabang Pekanbaru, Ketua Umum Badan Pengelola Latihan HMI Cabang Pekanbaru ini, Wakil Sekretaris KNPI kota Pekanbaru  dan Wakil Bendahara KNPI Provinsi Riau.

Setelah dirinya tamat pendidikan S1, ia berkiprah di perbankan. Memang kaitannya dengan ilmu pemerintahan cukup jauh. Namun, ia mampu berkarir dengan baik di sana dan dipercaya cukup lama. Sampai akhirnya ia terlibat pada kesibukannya saat ini di Ombudsman. Pria bergelar magister ini mengaku tak mau melewatkan kesempatan untuk bisa berkiprah di lembaga negara tersebut.

“Alasan saya tertarik dengan Ombudsman ialah secara kewenangan lembaga negara ini memiliki kewenangan untuk mengawasi pelayanan publik yang secara disiplin mendekati background pendidikan saya. Disamping itu, sambil berkarir kita bisa sambil membantu masyarakat yang mengalami mal administrasi. Jadi ini beriringan antara kebaikan dunia dan akhiratnya,” lanjutnya.

Bekerja di Ombudsman, Ilmu Pemerintahan yang ia gali di Unri bisa leluasa ia terapkan. Karena banyak aduan yang berkaitan dengan adanya hal – hal yang dinilai masyarakat sebagai sesuatu yang tidak berjalan semestinya di instansi pemerintahan yang ada di Riau. Disamping itu, ilmu organisasinya juga sangat masuk dengan pekerjaan tersebut.

Seperti saat menerima aduan dari masyarakat, dirinya harus mampu menenangkan dan tidak justru membuat masyarakat larut dalam emosi. “Termasuk dalam hal menyelesaikan laporan tersebut. Kita harus melakukan mediasi. Tanpa ada komunikasi yang baik, ini tentu tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.

Terkait karirnya saat ini, ia mengaku akan terus bertahan di Ombudsman. Menurutnya keberadaannya di sana sudah sangat tepat sebagai wujud pengabdiannya sebagai alumni kepada daerah. Sebagai alumni Unri yang sudah merasakan manfaat dari organisasi ia berharap mahasiswa saat ini juga bisa seperti itu.

Menurutnya alumni Unri harus memegang prinsip bisa mengembangkan soft skill selain bekal akademik yang diterima dari Unri. Untuk itu juga pihak kampus harus terus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berorganisasi, memberi pelatihan kepemimpinan, komunikasi dan wirausaha agar mereka bisa merasakan keuntungannya saat masuk dunia kerja.

“Ikutilah organisasi yang ada di kampus untuk menempa diri. Karena, bertahun – tahun ke depan, manfaat dari keikutsertaan kita di organisasi mampu berbuah manis bagi kehidupan kita di dunia kerja,” tutupnya.(**)

Deny Rendra, S.IP., M.Si (Alumni Ilmu Pemerintahan Fisip Unri 2002)

Sumber : Riaupos

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Jenewar: Pemimpin harus memiliki ketegasan

admin

Ketua PPI Hungaria ini ternyata pemuda kelahiran Pekanbaru

rasid

Rahmat: Harus berani mengkritik dan menegakkan keadilan

admin