Lebih Dari Sekadar Kata
Tokoh muda pendidikan Riau, Eko Wibowo (Foto : Istimewa)

Pembelajaran tatap muka di Pekanbaru, Pengamat: Jangan sampai kecolongan

KataKata.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Kota Pekanbaru, Riau sudah turun dari level 4 ke level 3. Pemerintah Kota Pekanbaru berencana akan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

Pemerhati pendidikan Eko Wibowo menilai, pembelajaran tatap muka tentu harus benar-benar mengikuti aturan ketat protokol kesehatan, walaupun sudah berada pada PPKM level 3.

“Di Kota Pekanbaru sudah ada beberapa sekolah yang melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Apakah pihak sekolah sudah terapkan prokes ketat? Jangan sampai kita nanti kecolongan terhadap siswa yang sudah mulai tatap muka di sekolah,” ungkap Eko Wibowo saat berbincang kepada KataKata melalui sambungan telepon, Jumat (10/9/2021) malam.

Menurut Eko, pembelajaran tatap muka di sekolah cukup 2 jam saja, siswa tidak berlama-lama di sekolah, dan wajib dijemput oleh orangtua masing-masing.

“Apakah sudah ada surat izin dari sekolah ditunjukkan ke orang tua? Apakah anak mau PBM tatap muka terbatas atau tidak?” tanya Eko.

Ketika anak-anak sudah mulai tatap muka di sekolah, kata Eko, mesti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berjabat tangan. Ini harus benar-benar diawasi oleh kepala sekolah dan guru. Perlu juga cek kesehatan anak, khususnya anak sekolah tingkat TK, SD, dan SMP.

Dia menyarankan agar Pemerintah Kota Pekanbaru menyediakan satu dokter di setiap sekolah demi menjaga kesehatan anak -anak di sekolah. “Kita jangan lengah pada masa pandemi PPKM level 3 ini. Harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Dia.

Sedangkan bagi siswa tingkat SMA, Eko mempertanyakan pelaksanaan vaksinasi. “Jika belum, kirim surat pernyataan ke orangtua,” ujarnya.

“Sekolah yang ingin tatap muka terbatas harus sudah divaksin siswanya,” tambah kata pria yang akrab disapa Ekowi ini.

Eko justru bersikukuh agar sekolah tatap muka ini jangan terlalu dipaksakan. “Tak perlu juga memaksakan wajib tatap muka dan lebih baik belajar secara daring saja di rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas menyebutkan, izin belajar tatap muka di kecamatan zona merah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 37 Tahun 2021 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Agama.

Dalam Inmendagri dan SKB tersebut, terang dia, kebijakan belajar tatap muka tidak lagi didasarkan pada sebaran wabah per kecamatan, tapi sesuai dengan zona/status daerah yang ditetapkan pusat.

“Jadi sekarang ini kita sesuai dengan Inmendagri Nomor 37 Tahun 2021 dan SKB menteri itu, yang dilihat itu level daerah. Saat ini, kita (Pekanbaru) sudah berada di level tiga (zona oranye),” ungkapnya, dikutip dari  Pekanbaru.go.id, Jumat (10/9/2021).

Namun sebelum melangsungkan belajar tatap muka, lanjut Ismardi, pihak sekolah wajib mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan dan melengkapi fasilitas protokol kesehatan.

Setelah ada permohonan dari sekolah, pihak dinas akan menurunkan tim guna memeriksa fasilitas prokes. dari hasil peninjauan baru akan dikeluarkan rekomendasi izin belajar tatap muka kepada sekolah bersangkutan.

“Siapa (sekolah) yang sudah kita rekomendasikan, silahkan buka (belajar tatap muka),” tutupnya.**

Reporter: Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Pengembangan UMKM melalui Social Capability oleh Tim Pengabdian KJFD SDM Program Studi Administrasi Bisnis FISIP UNRI

rasid

Detik-detik peralihan Blok Rokan, Bem Unri kirim surat terbuka ke Istana

rasid

Mahasiswa Kukerta Unri adakan kegiatan cek gula darah bagi Lansia 

rasid