Lebih Dari Sekadar Kata

Cerita inspiratif anak muda Riau di Mancanegara

KataKata.id –  Banyak anak muda di Indonesia mungkin berusia 16 hingga 23 tahun itu merupakan mahasiswa yang mungkin mereka anak muda yang masih mencari jati diri sehingga mungkin mereka tidak produktif dan kemudian hanya mengisi hari – harinya dengan hampa tidak membuat sesuatu yang berarti.

Demikian disampaikan Mahasiswa S3 Corvinus University, Agung Wicaksono pada Talk Show KataKata yang mengangkat tema Figur Anak Muda Riau Berprestasi di Mancanegara, Jum’at (13/8/2021).

“Namun seiring berjalannya waktu maka di usia 20an menjelang 30 biasanya orang – orang seperti ini sudah menemukan jatidiri mereka. sudah menetapkan apa yang harus mereka lakukan ke depan dan sudah memikirkan bagaimana dia kedepannya,” kata Agung.

“Jadi, mungkin kalau kita spesifikkan pemuda rentang waktu usia 16 hingga 30 memang jalan hidupnya 16 hingga 20an awal itu adalah masa di mana kita mencari jatidiri disaat itu ke atas itu disaat kita mulai menapakkan jejak diri,” ujarnya.

“Jadi mungkin itu bisa dilihat secara parsial dan juga bisa dilihat sebagai jalan hidup seseorang dan kemudian harus menjadi motivasi ke depan misalnya saya itu menjadi dosen di usia 23 tahun. saya diangkat menjadi dosen di usia 23 tahun disaat mungkin banyak teman – teman saya yang mungkin masih galau terhadap hidupnya. tapi positifnya adalah karena saya punya motivasi. setelah S2 mau ngapain? di umur 24 harus ngapain ? saya diusia 25 punya target Phd dan sekarang tercapai. di umur 25 tahun saya sudah mencoba untuk kuliah Phd di luar negeri,” papar Agung.

Dikatakan Agung jadi, target – target seperti itu yang harus kita capai dan kita kejar karena saya punya motivasi dan punya trendsetter. saya punya orang yang saya idolakan mungkin dosen saya di kampus. kebetulan saya S1 di UGM saya melihat ada dosen muda yang betul memukau bagi saya sehingga saya harus seperti dia.

“Ini yang harus kita lihat secara bersama – sama,” katanya.

“Kalau dilihat dari pengalaman pribadi. pengalaman yang paling merubah hidup itu yaitu ketika mengikuti program pertukaran pemuda antar negara. programnya Pak Kadis ini. saya ini kan backgroundnya kan dari desa dari kabupaten kepulauan Meranti. waktu itu tidak tahu apa – apa karena pada saat itu masih keterbatasan informasi dan akhirnya kuliah di Pekanbaru memberanikan diri saja,” kata Mahasiswa S2 Univercity Of Birmingham, Dedi Safrizal.

“2013 ikut seleksi coba – coba karena melihat banyak senior saya yang berhasil lolos di program itu,” ujarnya.

“Kemudian pada waktu itu tidak ada target tertentu karena saya tahu kemampuan saya yang ibaratnya dari desa gitu kan bukan berarti merendahkan diri sendiri,” sambung Dedi.

“Kita memang melihat saingan kita pada waktu itu. hari pertama saya merasa down. wah nggak ada harapan ini,” ujarnya.

“Jadi waktu itu kita mengalir saja dan dari proses seleksi dari situlah kita melihat bahwa dunia itu begitu semakin luas banyak saingan dan teman – teman kita yang bisa kita jadikan informasi dan motivasi,” terangnya.

Dedi berharap untuk generasi muda jangan takut mencoba sesuatu hal yang baru. karena kalau kita takut duluan kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan kita capai.

“Jadi, kuncinya adalah keberanian kita untuk memulai sesuatu yang baru itu,” pesannya.

Sementara itu, Mahasiswa S2 University Of Nottingham Joni Iskandar memiliki pengalaman yang menarik soal bagaimana dirinya bisa berkuliah di luar negeri.

“Kalau saya sih awal ceritanya waktu itu ikut kelas public speaking ketika SMA bagaimana melatih untuk lebih percaya diri. kemudian ada namanya organisasi Forum Anak dibawah dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan saya dibesarkan dari dinas itu dari tingkat kabupaten dan provinsi,” kata Joni.

“Sebenarnya saya hanya ingin keluar dari zona ini saya tidak mau jadi orang yang punya social inside,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, waktu S1 juga saya dapat Beasiswa dari Pemkab Bengkalis. dari situ saya termotivasi ingin jadi The Best. kuliah saya putuskan ke Pekanbaru Merantau sendiri. kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris. saya dulu tertarik dengan kegiatan yang namanya International Office. saya dulu sering jadi Tour Gate mahasiswa asing dari Malaysia dan Jepang.

“Dari situ saya merasa sudah selesai dari social inside, kalau sekarang tinggal memantapkan diri lagi,” jelasnya.

“Lanjut kuliah karena memang salah satu motivasinya karena pengen kembali mengabdi di Bengkalis itu merupakan cita – cita saya,” ujar Joni.

“Kita harus road map life. saya rasa sebagian orang pasti punya itu,” sambungnya.

“saya sih targetnya sebelum usia 30 tahun sudah Phd,” tutupnya.

Rangkaian cerita diatas merupakan true story inspirasi 3 anak muda Riau beprestasi yang kuliah di dua negara yakni Hongaria dan Inggris. cerita ini sebelumnya sudah tayang Youtube KataKata Official pada 13 Agustus 2021 sepekan lalu.

Selengkapnya cek disini

Penulis : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Tahun ajaran baru di tengah tingginya kasus Corona, kegiatan belajar mengajar masih daring

admin

Pastikan Prokes, Kampus PCR mulai kuliah tatap muka terbatas

abbas

21 Mahasiswa Positif Corona-1 Karyawan Wafat, Kampus ISI Solo Lockdown

admin