Lebih Dari Sekadar Kata
saat tim singgalmarta merarayakan hari jadi ke 5 di puncak trimartha Gunung Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat ( Foto : Endi Kharisma )

Keren, Singgalmarta Outdoor rayakan hari jadi ke lima di Atap Sumatera Barat

KataKata.id – Singgalmarta yang dikenal sebagai salah satu penyedia jasa dan alat alat outdoor di Pekanbaru merayakan hari jadi yang ke 5 pada tanggal 16 Februari 2021.

Tim Singgalmarta merayakan hari jadi tersebut dengan berkunjung ke Gunung Talamau di Pasaman Barat, Sumatera Barat. pendakian dilakukan melalui Desa Pinaga, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.

Ada 5 orang yang melakukan pendakian pada momen Hari Jadi tersebut diantaranya, Muhammad Hasandi pemilik Singgalmarta Outdoor, Luthfi Dirga Hutri, Badra Aprizasa Endy Kharisma dan Ihsan Oktora Suheri yang merupakan kru dari Singgalmarta Outdoor.

Perjalanan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor. Perjalanan diawali keberangkatan dari Kota Pekanbaru menuju Kota Bukittinggi selama 5 jam.

Tim beristirahat di Kota Bukittinggi sembari menunggu salah satu anggota tim yang telah disepakati untuk bertemu di Kota Bukittinggi.

Keesokan harinya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pasaman Barat tepatnya menuju Desa Pinaga, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, yang merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian.

Perjalanan dari Bukittinggi menuju Desa Pinaga memakan waktu selama 4 jam.

Setibanya di Desa Pinaga, tim langsung mencukupi kebutuhan untuk dibawa selama pendakian.

Setibanya di pos registrasi, tim langsung beristirahat dan makan siang sebelum melakukan pendakian.

di pos registrasi pendakian gunung Talamau melalui Desa Pinaga,  setiap pendaki diperiksa seluruh barang bawaannya dan dicek oleh orang yang berjaga di pos. Mulai dari bahan makanan, peralatan yang digunakan, baju, senter, hingga aksesoris seperti jam tangan, topi, bahkan kaus kaki yang dibawa pun dihitung dan dicatat oleh tim yang berada di pos registrasi.

Pengecekan tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kelengkapan dan persediaan yang sudah dibawa oleh tim yang akan melakukan pendakian tersebut sudah cukup atau tidak.

Pengecekan yang dilakukan juga bertujuan agar setiap pendaki yang naik ke gunung Talamau dapat dikenali dengan mudah melalui barang barang yang di data oleh tim yang berada di pos registrasi. Hal itu juga dapat mempermudah tim pencarian melakukan pencarian jika pendaki tersebut tersesat atau terpisah dari rombongan dengan mengenali baju, topi, ataupun barang lainnya yang dikenakan oleh orang tersebut.

Selain itu, pengecekan barang barang tersebut juga untuk memastikan bahwa para pendaki membawa turun semua sampah yang mereka bawa kembali ke pos registrasi setelah melakukan pendakian.

Wajar saja jika di gunung ini jarang ditemui sampah baik di jalur pendakian maupun di pos pos yang tersedia.

Setelah melakukan pengecekan, tim pendakian mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau yang biasa dikenal dengan Simaksi. Simaksi di gunung Talamau dikenakan biaya Rp. 15.000 per orang.

Setelah semua urusan di pos registrasi atau pos 1 selesai, tim langsung bersiap siap untuk melakukan pendakian dan menuju ke pos 2 yang bernama Pos Harimau Campo atau yang biasa dikenal Camp Harimau Campo.

Tim menargetkan untuk bermalam di Pos Harimau Campo karena di saat tim memulai pendakian, hari sudah mulai sore. Perjalanan dari Pos Registrasi menuju Pos Harimau Campo ditempuh dengan waktu 2,5 jam melewati perkebunan sawit, karet dan pokat milik warga.

Di Pos Harimau Campo terdapat sebuah pondok yang cukup besar dengan atap bagonjong atau biasanya dapat dilihat di rumah gadang yang merupakan rumah adat Sumatera Barat. Di Pos Harimau Campo juga terdapat tempat untuk mendirikan tenda atau yang disebut Camp.

Setelah makan malam dam sedikit bercerita, tim lalu beristirahat agar dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi fit keesokan harinya.

Pagi harinya, tim sarapan lalu bersiap siap untuk melakukan perjalanan dengan tujuan Pos 5 dengan nama Pos Paninjauan.

Setelah sarapan dan bersiap siap, tim berdoa  untuk keselamatan selama perjalanan dan menyusuri jalanan di perkebunan warga untuk mencapai Pos 3 atau Pos Rindu Alam. Perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 3 ditempuh tim dengan waktu 3 jam.

Saat sampai di Pos Rindu Alam, tim beristirahat dan mengisi persediaan air di sumber air yang tersedia di Pos Rindu Alam.

Tim juga kembali memakan beberapa persediaan makanan untuk mengisi tenaga dan juga sembari menikmati keindahan alam yang ada.

Setelah selesai, tim melanjutkan perjalanan menuju Pos 4 yang dikenal dengan nama Pos Bumi Sarasah.

Tim memulai perjalanan ketika hari sudah mulai siang dengan cuaca yang cukup cerah. Tim menghabiskan waktu 5 jam untuk mencapai Pos Bumi Sarasah.

sedikit terkendala mencapai Pos Bumi Sarasah dikarenakan ada salah seorang anggota  yang mengalami penurunan kondisi fisik dan menyebabkan perjalanan menjadi sedikit lebih lama.

Ketika sampai di Pos Bumi Sarasah, turun hujan dengan intensitas sedang yang menyambut kedatangan tim di pos Bumi Sarasah.

Dikarenakan hari telah sore dan juga ada salah seorang anggota tim yang kelelahan, tim memutuskan untuk mendirikan tenda untuk bermalam di Pos Bumi Sarasah setelah hujan reda.

Setelah tenda didirikan, tim langsung mempersiapkan makan malam untuk tim.

Tim memutuskan beristirahat lebih cepat setelah makan malam untuk memulihkan kondisi fisik anggota tim yang sebelumnya sempat menurun.

Tim bangun pagi untuk sarapan dan bersiap siap melanjutkan perjalanan menuju Pos 5 atau yang dikenal dengan nama Pos Paninjauan.

Tim memulai perjalanan dengan kondisi yang cukup fit dan target kali ini untuk langsung ke Camp terakhir sebelum puncak yang bernama Camp Rajawali Putih.

Tim menghabiskan waktu selama 5 jam untuk mencapai Pos Paninjauan dengan jalur yang cukup curam dan dibantu menggunakan tali.

Setibanya di Pos Paninjauan, tim makan untuk menambah tenaga agar dapat menuju pos selanjutnya dengan tenaga yang cukup dan bisa mencapai Camp terakhir sebelum hari menjadi gelap.

Tim bergegas menuju Camp Rajawali Putih setelah makan di Pos Paninjauan. Tim menghabiskan waktu selama 1,5 jam untuk mencapai Camp Rajawali Putih.

Di Camp Rajawali Putih, tim mendirikan tenda untuk bermalam. Tim dimanjakan dengan pemandangan telaga yang terhampar di Camp Rajawali Putih dan pemandangan puncak gunung Talamau yang terlihat dari Camp.

Tim selanjutnya makan malam dan beristirahat sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung Talamau di ketinggian 2982 Mdpl.

Telaga yang berada di Camp Rajawali Putih diberi nama Talago Puti Sangka Bulan.

Pagi harinya setelah sarapan, tim melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung Talamau dari Camp Rajawali Putih selama 30 menit.

Tim beruntung karena cuaca cerah selalu menemani perjalanan tim kali ini.

Pemandangan kota, garis pantai, gunung dan telaga yang ada di sekitar gunung Talamau dapat disaksikan dari puncak gunung Talamau yang diberi nama Puncak Trimartha.

Di gunung Talamau terdapat 13 telaga yang memiliki pesonanya tersendiri.

Tim tidak menghabiskan waktu lama untuk berada di Puncak Trimartha, tim turun menuju Camp Rajawali Putih ketika cuaca sudah terasa panas.

Setiba di Camp, tim langsung mempersiapkan makan siang sebelum memulai perjalanan turun.

Tim melakukan perjalanan turun ketika hari sudah siang dan tim memutuskan untuk bermalam kembali di Camp Harimau Campo atau Pos 2.

Total waktu yang digunakan tim untuk menyelesaikan pendakian ini adalah selama 5 hari 4 malam.

Di setiap pos yang ada juga terdapat sumber air. Sehingga para pendaki yang ingin naik ke Gunung Talamau tidak Perlu khawatir untuk persediaan air.

Tim kembali menuju Pekanbaru setelah selesai menjelajahi keindahan Gunung Talamau.

Perjalanan untuk memperingati hari jadi Singgalmarta Outdoor yang ke 5 pun berakhir dengan kenangan yang indah dan seluruh tim yang kembali ke tempat masing masing dengan selamat.

Bagi anda yang ingin mengetahui alat outdoor apa saja yang dimiliki Singgalmarta bisa anda lihat disini :

Penulis : Endi Kharisma

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

ASITA RIAU: Travel Agen Riau Siap Pasarkan Wisata Singapura

rasid

Berikut Pemenang Lomba Desa Wisata Terbaik di Riau

rasid

Asosiasi Pelaku Pariwisata Menggelar Demontrasi Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk TN Komodo

rasid