Lebih Dari Sekadar Kata
Saat Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyerahkan hadiah secara simbolis kepada Kepala Desa Pulau Gadang XIII Koto Kampar, Riau sebagai juara 1 lomba BBGRM Riau 2021. [Foto : Rasid Ahmad]

Desa Pulau Gadang XIII Koto Kampar Raih Juara I Lomba BBGRM Riau

Katakata.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pendudukan dan Catatan Sipil (PMDDukcapil) Riau resmi menyerahkan hadiah pemenang pertama lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) desa dan kelurahan Tingkat Provinsi Riau, Senin (22/11/2021).

Adapun pemenang pertama berhasil diraih oleh desa Pulau Gadang XIII koto Kampar, Riau. Penyerahan hadiah ini diserahkan oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution kepada kepala desa Pulau Gadang Syofian di lapangan balai adat desa Pulau Gadang.

“Jadi, pulau Gadang ini adalah desa yang sumber patinnya luar biasa. Alhamdulillah, inilah penopang hidup nomor dua setelah perkebunan karet. karet kami ini sudah 29 tahun umurnya sampai hari ini belum ada replanting. Inilah yang perlu kita usahakan kedepan agar karet kami ini bisa direplanting dengan tanaman karet yang unggul. Karena kami masih menopang hidup dengan beternak patin dari hulu sampai hilir,” kata Syofian, Kepala Desa Pulau Gadang.

“Kemenangan ini berkat bimbingan dan pembinaan pak Kadis PMD Kampar, Bupati Kampar, dan Kadis PMDDukcapil Riau. Memang gotong royong itu sudah khas dan menjadi tradisi di kampung kami. Yang hadir didepan ini adalah masyarakat adat kami dan hadir disini seluruh pucuk suku. di Pulau Gadang ini ada 4 suku yakni suku Domo, suku Pitopang, suku Melayu dan suku Piliang,” terangnya.

“Kami pindah dari XIII Koto kampar yang terendam itu ke sini dengan adat dan tradisi kami. Kami pindah dengan syariat yang kami anut dan kami pindah dengan budaya – budaya lama dari kampung lama tidak ikut terendam dengan danau PLTA koto panjang,” ungkapnya.

Terkait pencanangan Riau ke depan mengenai pariwisata, dikatakan Syofian, Alhamdulillah. melalui gotong royong kami telah membuka eskalasi pariwisata yang luar biasa di pulau Gadang ini. Ada spot – spot yang sudah viral seperti Dermaga Tepian Mahligai, Puncak Kompe, pulau Puti yang sudah ada penginapan dan cottage. Ini yang perlu pembinaan lebih lanjut ke depannya.

“Pembangunan yang kami laksanakan di desa tidak terlepas dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pemerintah provinsi Riau. Dana bantuan ini sangat membantu kami,” tuturnya.

“Jadi, Dana BKK yang inisiasinya adalah pemprov Riau. Kami sendiri meluncurkan dana BKK ini melalui Bumdes. Jadi, seluruh pergerakan ekonomi itu kami serahkan ke Bumdes. Bumdes MOU dengan kelompok sadar wisata untuk memanfaatkan BKK ini,” jelas Syofian.

Selanjutnya, dijelaskannya, seluruh dana BKK yang telah dibantu Pemprov Riau ini kami tumpahkan semua ke pembangunan infrastruktur kepariwisataan di desa Pulau Gadang. Dari pariwisata saja karena Covid pada 2019 kita hanya mendapat sekitar Rp39 Juta itu hanya masa aktif 4 bulan. PAD murni Rp39 juta yang masuk ke APBDes itu baru dari sektor pariwisata.

“Bantuan ini memberi dampak luar biasa bagi desa kami. Gerakan Pemprov Riau membangun desa sangat kami apresiasi. Mudah – mudahan kedepan dananya bisa ditambah,” tutup Syofian.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengatakan, gotong royong bagian dari budaya bangsa indonesia sejak dahulu kala. tujuan kegiatan royong ini bertujuan untuk melestarikan nilai gotong royong di masyarakat, artinya diharapkan tetap ada dan berlangsung sebagai sistem budaya bangsa yang tetap ada secara optimal di masyarakat.

“Penilaian ini berpedoman pada peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 42 tahun 2005 tentang penyelenggaraan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM),” katanya.

Dijelaskan Edy, dalam pelaksanaan penilaian ini terdapat 4 variabel yang telah dinilai yaitu bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, dan agama serta bidang lingkungan.

“Kalau semangat gotong royong masih muncul hingga hari ini, saya yakin semangat itu terbukti ada di desa ini,” jelasnya.

Kemudian dia menjelaskan, ada empat tahapan penilaian lomba Gotong Royong ini diantaranya, administrasi dan data , klarifikasi lapangan, Pemaparan dari pemerintahan desa maupun kelurahan dan penetapan pemenang.

“Hal yang sangat penting dari penilaian ini adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan seberapa besar peran pemerintah daerah dalam melaksanakan program gotong royong di tengah masyarakat. Ini sudah kita saksikan bersama, peran itu sangat menonjol di desa ini,” jelasnya.

“Kami berharap desa pulau gadang ini dapat menjadi contoh teladan bagi desa maupun kelurahan lainnya dalam melaksanakan gotong royong ditengah masyarakat yang saat ini dirasakan mulai luntur,” tuturnya.

“Diharapkan pelaksanaan gotong royong ini tidak hanya sebatas penilaian saja tetapi harus menjadi aktivitas yang berkelanjutan ke depanya,” tutup Edy.

Reporter : Rasid Ahmad
Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Mengintip kemeriahan Hut Kemerdekaan RI di Hongaria

rasid

Syamsuar Ajak masyarakat Dukung perwakilan Indonesia pada acara Dendang Syair

rasid

Disbud Riau Dapat Anggaran Rp3,8 Miliar, Digunakan untuk Apa?

rasid