Lebih Dari Sekadar Kata
Bem Unri bentangkan spanduk menyindir Pemko Pekanbaru gagal memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat (foto: Dok. Bem Unri)

PPKM level 4 Pemko dinilai amburadul, BEM Unri gelar aksi rakyat bantu rakyat

KataKata.id – Kebijakan penerapan PPKM Pemerintah Kota Pekanbaru sesuai instruksi Pemerintah Pusat telah dilakukan sejak bulan Juli lalu. sejak PPKM, kasus Covid-19 terus melandai hingga 30 persen. namun, disisi lain PPKM juga menimbulkan permasalahan ekonomi terutama buruh harian dan pedagang. Sangat disayangkan, Pemerintah Kota Pekanbaru tidak mampu mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi pada rakyatnya.

Pihak Pemko mengatakan  tidak memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada rakyat yang terdampak PPKM tersebut

Pada Undang – undang pasal 28 H ayat 1 disebutkan, Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Di lihat dari pasal tersebut, tentu saja Pemerintah Kota Pekanbaru telah mencederai amanat konstitusi tentang hak hidup sejahtera lahir dan batin.

Menyikapi hal tersebut, Bem Unri menggelar seruan aksi galang dana “Rakyat Bantu Rakyat” secara simultan dengan aksi propaganda dan orasi pada hari ini pukul 11.00 WIB.

Awalnya seruan aksi akan dilaksanakan di Tugu Zapin, namun sesampainya disana massa aksi malah disergap dan ditarik paksa oleh aparat yang tidak bertanggung jawab, sehingga seruan aksi dipindahkan ke Jalan Arifin Ahmad.

Aksi dimulai dengan menunjukkan  poster sindiran dan dilanjutkan dengan penyampaian orasi perihal ketidaksiapan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menerapkan Kebijakan PPKM di Kota Pekanbaru.

“Kegiatan ini berbeda dengan galang dana biasanya, aksi galang dana ini dijadikan sebagai sindiran untuk Pemerintah Kota Pekanbaru. Sosok pemimpin Kota Pekanbaru tidak mampu memberikan solusi terkait masyarakat terdampak dari kebijakan PPKM ini,” kata Presiden Bem Unri Nofrian Fadil Akbar dalam rilisnya kepada awak media, Senin (23/8/2021).

“Kegiatan ini kita lakukan untuk menyampaikan kesan pesan dan protes kekecewaan terhadap Pemerintah Kota, Provinsi, dan Pusat terkait kebijakan hari ini,” ujarnya.

“Kebijakan PPKM diperpanjang sampai 6 September, tetapi belum ada iktikad baik dari Pemerintah Kota dan Provinsi untuk memberikan uluran tangan dalam membantu masyarakat yang hari ini sulit untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Setelah penyampaian orasi oleh masa aksi Bem Unri. Seruan aksi dilanjutkan dengan pembagian bantuan untuk masyarakat yang ada di sekitar.

Sumber : Rilis

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Survei Indikator Politik: Kurangnya lapangan pekerjaan masalah utama bagi publik

rasid

Paskibraka Kota Palu Siap Menjadi Pelopor Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Diklat dari BPIP dan Lemhannas

rasid

BNPB: Lebih dari 1.700 rumah rusak Pascagempa 6,1 yang mengguncang Sumatra Barat

rasid