Lebih Dari Sekadar Kata
Politikus PDIP, Masinton Pasaribu. (Foto: masinton/instagram)

Terlalu Sering Kampanye Namun Tak Masuk Partai Politik, Masinton Pasaribu Sindir Siapa?

Katakata.id – Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, menyindir Menteri BUMN Erick Tohir yang terlalu sering kampanye namun tidak mau masuk ke partai politik. Menurut Masinton, setiap masyarakat sipil yang ingin dicalonkan sebagai presiden maupun wakil presiden harus ikut masuk partai politik.

“Di mana-mana majang foto menteri BUMN. Goal-nya jelas, enggak usah dikamuflase lagi, menggalang dukungan untuk calon presiden atau wakil presiden,” ujar Masinton Pasaribu dalam diskusi yang diselenggarakan oleh MNC Trijaya, Sabtu, 14 Mei 2022 lalu.

Masinton mengatakan, tugas partai politik hari ini harus mampu memotong modus oligarki pemodal yang ingin mendikte partai politik. Ia mengingatkan partai maupun gabungan partai politik dalam koalisi manapun oligarki pemodal tersebut adalah pihak yang merusak negara.

“Ini nih yang harus dipotong. Ini yang bikin rusak negara, oligarki pemodal ini. Dia tidak mau berkeringat membangun partai politik kemudian dengan mengandalkan duitnya, dia merasa bisa dikte, udah nanti kita beli aja itu partai politik,” kata Masinton.

Masinton juga mengkritik Erick Tohir yang dinilai kerap menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye. “Jangan merasa, oh gue populer nih. Apalagi nebeng fasilitas negara. Punya uang nih, terus lu bisa dikte. Enggak boleh,” tuturnya.

Menurut dia, partai politik harus menjaga marwahnya sebagai lembaga yang diamanatkan secara konstitusional dan jangan tergoda menjual tiket pencalonan. Kecuali, kata Masinton, figur-figur TNI dan Polri yang memang diatur Undang-undang untuk tidak memasuki partai politik.

“Koalisi juga jangan jadi sekedar loket untuk pemburu kekuasaan tadi. Jangan berubah menjadi partai dagang,” kata Masinton mengutip Tempo.co.

Masinton juga menyebutkan, tugas partai politik ada membangun etik dan kebudayaan sehingga terjadi politik yang beradab. Maka, kata dia, elit-elit partai politik harus membawa kontestasi politik dengan edukasi dan nilai-nilai yang rasional.

Hingga berita ini tayang, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga tak membalas pertanyaan Tempo yang disampaikan via pesan pendek SMS dan WhatsApp soal tudingan tersebut. Panggilan lewat telepon pun tak diangkat.

Tapi sebelumnya Arya pernah merespons ihwal nama Erick Thohir yang kerap masuk dalam survei bursa calon presiden 2024. Menurut Arya, saat ini Erick fokus untuk kerja sebagai menteri BUMN.

“Soal ada peluang naik atau apa itu biarin aja lah, publik aja yang menilai,” kata Arya dalam diskusi virtual Selasa, 5 Oktober 2021. Adapun kerja yang dilakukan Erick Thohir saat ini bukan untuk kepentingan 2024.

“Masih lama lah. Jadi belom mikir sejauh itu lah. Setahu saya ya, Pak Erick kan ngomong juga sama kita,” ujar Arya saat itu.

Adapun nama Erick kerap muncul dalam berbagai survei tentang Capres 2024. Salah satunya ialah Survei Indikator Politik yang digelar 30 Juli-4 Agustus 2021. Dalam survei itu, nama Erick bahkan mengungguli Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPR Puan Maharani.

Erick Thohir berada pada urutan ke sepuluh dengan elektabilitas 1,6 persen di atas Airlangga Hartarto yang ada di urutan ke-12 dengan elektabilitas 1,1 persen dan Puan Maharani di urutan ke-14 dengan 0,4 persen.

Sumber: tempo.co

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Raker Dengan Mendag, Jon Erizal Minta Pemerintah Berpikir Ulang Soal Sistem Ekonomi

rasid

Digadang-gadang Kader Maju Pilgubri, Abdul Wahid: Lihat Situasi Politik

rasid

Respons Anggota DPR Dapil Riau Soal Penghapusan Tenaga Honorer

rasid