Lebih Dari Sekadar Kata
Rocky Gerung saat berdiskusi bersama Hersubeno Arief (Foto : Youtube Rocky Gerung Official)

Ramai soal perubahan Statuta UI, ini Analisa Pengamat Politik

KataKata.id – Perubahan Statuta UI menjadi polemik pada masa PPKM darurat ini. aturan baru yang diputuskan presiden soal rektor UI boleh rangkap jabatan ternyata banyak mendapat sorotan dari kalangan masyarakat di Indonesia. kampus UI yang kita sering sebut kampus kuning itu seakan runtuh etika akademisnya ketika rektor menjelma menjadi pengabdi kekuasaan. padahal UI memiliki Motto Veritas (Kebenaran), Probitas (Jujur), dan Iustitia (Adil).

Pengamat Politik Rocky Gerung menilai UI sudah menjadi basis kegilaan massal.

“Sudah terjadi kegilaan massal. kalau kita bongkar – bongkar UI itu kita akan temukan semacam basis kegilaan massal yang beroperasi diam – diam tanpa kita tahu tiba – tiba UI mungkin deal dengan menteri BUMN kita palsuin aja deh atau kita selundupkan kepentingan anda itu didalam perpres yang baru tuh,” kata Rocky Gerung melalui saluran Youtube Rocky Gerung Official saat berdiskusi dengan Jurnalis Senior Forum News Network Hersubeno Arief, Rabu (21/7/2021).

“Jadi sebetulnya kalau kita lihat keadaan dari awal, kasus ini harusnya kan Presiden dan DPR apalagi itu peka terhadap kegilaan ini kan. tetapi orang kemudian diam saja. tiba – tiba muncul Perpres baru. jadi ini seperti istilah buruk muka cermin dibelah. itu masih mending tuh. buruk muka cermin dibelah maka dia tidak bisa becermin lagi itu. tetapi ini buruk muka cermin diganti. pasalnya diganti ya mukanya tetap buruk. Muka UI, Muka Rektor, Muka Erick Tohir, Muka Menteri Pendidikan dan itu semuanya. emak – emak dan rakyat masih lihat mereka hanya mengganti cerminnya itu. dia pikir kalau ganti cermin mukanya jadi bagus tetap menjadi makin buruk,” jelasnya.

“Karena ini adalah satu pengkhianatan terhadap fungsi universitas. Universitas sepenuhnya didesain untuk mengabdi pada pengetahuan dan keadilan bukan mengabdi pada kekuasaan. ini gilakan. ini negeri yang betul – betul mengalami frustrasi. kekonyolan paling gila adalah presiden mengiyakan membuat itu. tetapi dia tidak ngerti sebetulnya fungsi dari Universitas Indonesia. ini soalnya. Presiden juga ikut didalam kegilaan itu,” terangnya.

Menurut Rocky, jadi satu paket pembodohan massal di iyakan oleh presiden melalui perpres itu. ini konsekuensi dari ketidakmampuan presiden untuk paham tentang fungsi Universitas. ketidakmampuan rektor untuk paham terhadap fungsinya sebagai rektor.

“Jadi selama PPKM darurat ini Lobinya rektor itu luar biasa rupanya. dia tidak isoman tetapi dia pergi mondar mandir, kiri kanan mestinya kan diajukan saja perubahan jadi bahan diskusi dari kalangan dosen tetapi itu tidak terjadikan. UI akhirnya menyelundupkan kepentingan rektor hanya untuk demi uang doank kan ini intinya presiden cuma demi uang. demi itu dia tinggalkan etika akademis. fungsi universitas kan disebut menara gading supaya dia tidak diganggu ambisi materi dan pragmatisme. jadi seluruh etos pengetahuan dan akademis hancur di UI,” tutupnya.

Sementara itu Analis Politik Ubedilah Badrun mengkritik pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2021 tentang statuta UI. dengan terbitnya PP tersebut. rektor kini bisa rangkap jabatan sebagai komisaris.

“Pemerintah ngaco. Pejabat melanggar aturan, kok, aturannya yang dirubah,” kata Ubed dikutip dari Tempo, Selasa (20/7/2021).

Dalam statuta Universitas Indonesia yang baru, pasal 39 poin c menyebutkan bahwa rektor, wakil rektor, sekretaris Universitas dan kepala badan Universitas dilarang merangkap sebagai direksi pada Badan Usaha Milik Negara/daerah maupun swasta.

 

Reporter : Rasid Ahmad

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Mantan Menteri Penerangan Harmoko meninggal dunia

rasid

Virtual Talk KAMMI Riau sorot persiapan Pemilu Serentak 2024

abbas

Begini jawaban Mahfud yang dikritik tonton sinetron saat PPKM Darurat

admin