Lebih Dari Sekadar Kata
(Dok. istimewa)

Poltracking Indonesia: Hasil Quick Count Pemilu 2024 Partai Politik, PDIP Teratas

Katakata.id – Poltracking Indonesia merilis hasil Quick Count Pemilu 2024 pada 3.000 TPS Sampel di Seluruh Indonesia.

“Berdasarkan Quick Count Partai Politik data masuk 99.3% dari 3000 sampel TPS diperoleh suara PDI Perjuangan 16.64%, Partai Golkar 15.18%, Partai Gerindra 13.34%, PKB 10.89%, Partai NasDem 9.24%, PKS 8.17%, Partai Demokrat 7.41%, PAN 7.27%, PPP 3.84%, PSI 2.89%, Partai Perindo 1.33%, Partai Gelora 0.94%, Partai Hanura 0.74%, Partai Buruh 0.63%, Partai Ummat 0.51%, PBB 0.41%, Partai Garuda 0.33%, dan PKN 0.24%,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR.

Hanta menjelaskan, berdasarkan perolehan persentase suara di Quick Count, ada delapan partai politik yang diprediksi pasti lolos ke parlemen yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB, NasDem, PKS, Demokrat, dan PAN. Sementara PPP masih di zona abu-abu, bisa lolos atau tidak lolos karena perolehan suara masih dalam rentang MoE, sedangkan parliamentary threshold adalah 4.0%.

“Merujuk pada Margin of Error hasil Quick Count masing – masing partai, prediksi potensi perolehan kursi dengan rentang bawah dan atas adalah sebagai berikut, PDI Perjuangan diprediksi 107 kursi dengan rentang 90 – 125 kursi, Partai Golkar diprediksi 96 kursi dengan rentang 82 – 111 kursi, Partai Gerindra diprediksi 90 kursi dengan rentang 78 – 102 kursi, PKB diprediksi 66 kursi dengan rentang 59 – 73 kursi, Partai NasDem diprediksi 66 kursi dengan rentang 60 – 72 kursi, PKS diprediksi 48 kursi dengan rentang 44 – 52 kursi, Partai Demokrat diprediksi 48 kursi dengan rentang 45 – 52 kursi, PAN diprediksi 47 kursi dengan rentang 44 – 51 kursi, dan PPP diprediksi 12 kursi dengan rentang 0 – 12 kursi,” jelasnya.(Rls)

Print Friendly, PDF & Email

KataTerkait

Bawaslu Kota Pekanbaru Soroti Sejumlah Temuan Pleno DPHP

rasid

Bamsoet : 2 pasal dalam UUD 1945 kemungkinan diubah untuk mengatur PPHN

rasid

Pengamat: Keputusan ‘Banci’ Bawaslu Riau ini menimbulkan ketidakjelasan

rasid